Anse Diana Valentiene Messah
Program Pendidikan Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI DAN PENYULUHAN TUBERKULOSIS SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN PENGETAHUAN, PENCEGAHAN, DAN DETEKSI DINI DI MASYARAKAT Tetra Arya Saputra; Gigih Setiawan; Retno Ariza S. Soemarwoto; Anse Diana Valentiene Messah; Apri Lyanda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3923

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat, stigma terhadap penderita TB, serta keterlambatan diagnosis menjadihambatan utama dalam pengendalian penyakit ini. Edukasi dan penyuluhan kesehatan merupakan strategi penting untuk meningkatkan kesadaranmasyarakat mengenai gejala, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya kepatuhan pengobatan TB. Penyuluh ini bertujuan untuk menelaah efektivitas edukasi dan penyuluhan TB dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku pencegahan, dan partisipasi masyarakat terhadap deteksi diniTB. Metode kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, penyusunan materi edukasi, pembuatan media berupa leaflet dan poster, pelaksanaanpenyuluhan interaktif, diskusi, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pretest dan posttest. Sasaran kegiatan meliputi pasien, keluarga pasien, pengunjung rawat jalan, dan tenaga pendukung kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas, media digital, blended learning, dan pendekatan pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan, perilaku pencegahan, serta kepatuhan masyarakat terhadap program TB. Selain itu, edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan terbukti meningkatkan partisipasi kontak serumah dalam pemeriksaan dini dan mengurangi stigma terhadap penderita TB. Dengan demikian, edukasi dan penyuluhan TB merupakan intervensi promotif-preventif yang efektif untuk mendukung keberhasilan program eliminasi TB.