Museum merupakan lembaga yang menyimpan berbagai benda yang bernilai sejarah dan memori termasuk bagaimana islam bisa berkembang di suatu wilayah khususnya jawa tengah, maka dari itu museum seringkali dianggap sebagai tempat merepresentasikan sesuatu. Kajian akan representasi sudah banyak dilakukan tetapi banyak penelitian yang kurang memperhatikan dari aspek nilai historis maka dari itu, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perkembangan historis perkembangan Islam di Jawa Tengah melalui koleksi yang dipamerkan di Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah. Museum sebagai institusi pelestarian budaya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak, tetapi juga sebagai ruang representasi sejarah yang menyampaikan narasi tertentu kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penggunaan teori Representasi Stuat hall. Sumber penelitian diperoleh melalui observasi terhadap koleksi museum, dokumentasi artefak, serta studi literatur yang berkaitan dengan sejarah perkembangan Islam di Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koleksi museum merepresentasikan perkembangan Islam di Jawa Tengah, terdapat dua artefak unik yang museum ini miliki, yakni Padasan Sunan Tembayat yang merupakan peninggalan praktek ibadah seorang wali kala itu dan Mimbar Masjid Kuno bermotif phoenix bercampur sulur jawa berbahasa arab yang menjadi bukti bertemunya tiga peradaban sekaligus: Islam, Jawa dan Cina. Melalui penyajian artefak, manuskrip, serta benda budaya lainnya, museum membangun narasi historis mengenai perjalanan Islam di Jawa Tengah. Dengan demikian, museum tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan benda sejarah, tetapi juga sebagai media yang merepresentasikan identitas perkembangan Islam di Jawa Tengah.