Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemasaran Politik Tokoh Menuju Pemilu 2029: Studi Aktivitas Anies Baswedan Maula Hanifa; Hafiza Zulfa; Arini Aisyah Putri Bambang; Panji Dwi Prasetyo; Andra Radithya; Naufal Ridha Mua’afa
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qtr6px27

Abstract

Pemasaran politik menjadi strategi penting dalam membangun citra, memperluas dukungan, dan mempertahankan relevansi tokoh politik di era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran politik Anies Baswedan menuju Pemilu 2029, khususnya dalam aspek personal branding, segmentasi audiens, pemanfaatan media, gerakan sosial, dan positioning politik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan Juru Bicara Muda Anies-Muhaimin 2024 dan dosen Ilmu Politik UPN Veteran Jakarta, serta analisis data sekunder berupa konten media sosial, pemberitaan, dan survei elektabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anies Baswedan berhasil membangun personal branding sebagai figur intelektual, rasional, empatik, dan komunikatif melalui kombinasi strategi push marketing, pass marketing, dan pull marketing. Pemanfaatan media digital, terutama TikTok dan Instagram, memperkuat kedekatan dengan publik dan memperluas jangkauan komunikasi politik. Namun demikian, strategi tersebut masih menghadapi kelemahan dalam segmentasi audiens karena pesan yang cenderung konseptual lebih mudah diterima oleh kelompok terdidik dibanding masyarakat non-urban dan pemilih dengan orientasi emosional. Selain itu, pembentukan gerakan sosial dan posisi sebagai figur oposisi moderat turut menjadi bagian dari upaya mempertahankan relevansi politik pasca Pilpres 2024. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemasaran politik Anies Baswedan menuju Pemilu 2029 menunjukkan kekuatan pada aspek branding dan komunikasi digital, tetapi masih memerlukan perluasan segmentasi agar mampu menjangkau basis pemilih yang lebih luas.