Nabilla Nabilla
Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Kolaboratif K.H. Ahmad Hanafiah dan K.H. Muhamad Gholib dalam Penguatan Dakwah Islam di Lampung Nabilla Nabilla; Miftahur Rohman; Saipul Umar
Fikr: Jurnal Pemikiran Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Fikr: Jurnal Pemikiran Studi Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul `'Ulum Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62448/fjpsi.v2i1.648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran strategis K.H. Ahmad Hanafiah dan K.H. Muhamad Gholib dalam menyebarkan agama Islam serta menggerakkan perlawanan fisik di Lampung. Ruang lingkup penelitian mencakup aktivitas pendidikan di Sukadana dan Pringsewu, keterlibatan politik dalam organisasi keagamaan (Masyumi, SDI, NU), strategi kemandirian ekonomi sosial, hingga kepemimpinan militer dalam menghadapi Agresi Militer Belanda I dan II di Front Baturaja serta Martapura. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan sejarah yang meliputi empat tahapan sistematis: heuristik (pengumpulan sumber primer berupa dokumen sejarah dan sumber sekunder berupa jurnal serta biografi), kritik sumber (verifikasi otentisitas dan kredibilitas data), interpretasi (penafsiran fakta sejarah melalui pendekatan sosiologis-religius), dan historiografi (penulisan narasi sejarah yang kronologis dan analitis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tokoh menggunakan institusi pendidikan (Pesantren Al-Ikhlas dan Madrasah Pringsewu) sebagai pusat kaderisasi nasionalisme religius melalui internalisasi nilai Hubbul Wathan Minal Iman. K.H. Ahmad Hanafiah menonjol melalui jalur formal organisasi, jabatan pemerintahan, dan karya intelektual (Sirr al-Dahr dan Al-Hujjah). Sementara itu, K.H. Muhamad Gholib berhasil membangun basis massa yang loyal melalui strategi kemandirian ekonomi (pabrik tapioka dan penggilingan padi) untuk mendukung pendidikan gratis dan pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam aspek militer, keduanya memimpin Laskar Hizbullah (Laskar Golok) dengan strategi gerilya yang adaptif. Pengorbanan tertinggi ditunjukkan dengan gugurnya kedua tokoh sebagai syuhada K.H. Hanafiah di Sungai Ogan (1947) dan K.H. Gholib di Pringsewu (1949) yang kini menjadi fondasi utama identitas perjuangan dan kepahlawanan masyarakat Lampung