Ernaningsih Ernaningsih
Program Studi Manajemen Pesisir dan Teknologi Kelautan, Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN HASIL TANGKAPAN BAGAN CUNGKIL BERDASARKAN SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-a PADA FISHING GROUND, PERAIRAN TELUK BONE Dika Rachmat Tamrin; Muhammad Jamal Alwi; Ernaningsih Ernaningsih; Tamrin Tamrin; Awaluddin Awaluddin
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 22 No 1 (2026): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol22issue1page68-80

Abstract

Aquatic environmental conditions, particularly sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a, influence fish catches in Bone Regency. This study aims to analyze sea surface temperature, chlorophyll-a concentration, and the relationship between these two parameters and the total catch of lift nets (bagan cungkil) in the waters of the Bone Gulf. The research was conducted from April to July 2025, utilizing monthly catch data of lift nets as the dependent variable, and sea surface temperature and chlorophyll-a as the independent variables. Data analysis was performed using multiple linear regression analysis with SPSS software. The results of the analysis indicate that the distribution of sea surface temperature falls within a relatively homogenous range, with minor temperature variations across the fishing grounds. The observed chlorophyll-a concentration is relatively high, indicating fertile aquatic conditions that serve as an essential baseline for determining potential fishing zones. The regression model yielded a coefficient of determination (R2) of 0.380, meaning that 38.0% of the variance in lift net catches can be explained by variations in SST and chlorophyll-a, while the remaining proportion is influenced by other factors outside the model. The simultaneous test (F-test) showed a significance value of 0.787 (p > 0.05), indicating that SST and chlorophyll-a concurrently do not exert a significant effect on lift net catches. Partially, SST exhibits a positive relationship with the catch, with a coefficient value of 0.457, whereas chlorophyll-a shows a negative relationship, with a coefficient of -0.241987. Individually, neither variable has a significant partial effect on the catch. ABSTRAK Kondisi perairan berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan di Kabupaten Bone khususnya suhu permukaan laut dan klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suhu permukaan laut, kandungan klorofil-a, serta hubungan kedua parameter tersebut terhadap jumlah hasil tangkapan bagan cungkil di perairan Teluk Bone. Penelitian dilakukan pada periode April-Juli 2025 dengan menggunakan data hasil tangkapan bulanan bagan cungkil sebagai variabel terikat, serta suhu permukaan air laut dan klorofil-a sebagai variabel bebas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebaran suhu permukaan laut memiliki kisaran yang relatif homogen dengan variasi suhu yang tidak terlalu ekstrem antar titik penangkapan. Konsentrasi klorofil-a yang ditemukan relatif tinggi yang menunjukan kondisi kesuburan perairan sangat penting sebagai dasar penentuan daerah penangkapan ikan potensial. Model regresi menghasilkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,380, yang berarti bahwa 38,0% variasi hasil tangkapan bagan cungkil dapat dijelaskan oleh variasi SPL dan klorofil-a, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Uji simultan (uji F) menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,787 (Sig. > 0,05), yang mengindikasikan bahwa secara bersama-sama SPL dan klorofil-a tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan bagan cungkil. Secara parsial, SPL memiliki arah hubungan positif terhadap hasil tangkapan dengan nilai koefisien 0,457, sedangkan klorofil-a memiliki arah hubungan negatif dengan koefisien -0,241,987. Kedua variabel tersebut secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan. Kata kunci: Bagan cungkil, suhu permukaan laut, klorofil-a, hasil tangkapan, Teluk Bone