Ni Wayan Wardani
Informatika, Fakultas Teknologi Informatika, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia, Denpasar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Sistem Pemantauan Kandungan Gas Metana di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung I Gusti Made Ngurah Desnanjaya; I Gede Andika; Anak Agung Gde Ekayana; I Gede Adnyana; Ni Wayan Wardani
Journal of Social Work and Empowerment Vol 4 No 3 (2025): Vol 4 No 3 (2025): Journal of Social Work and Empowerment - (Mei- Juli 2025)
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jswe.v4i3.873

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan literasi teknologi di kalangan siswa dan guru melalui penerapan sistem pemantauan kadar gas metana berbasis Internet of Things (IoT) di Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Belitung. Daerah ini menghadapi potensi risiko lingkungan akibat emisi gas metana dari aktivitas pengolahan limbah dan pertanian. Dalam kegiatan ini, tim dari Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung merancang dan mengimplementasikan alat deteksi gas metana menggunakan sensor MQ135 dan mikrokontroler Arduino Uno. Proses pelaksanaan dimulai dari analisis kebutuhan dan perancangan sistem, dilanjutkan dengan pelatihan teknis bagi staf, serta uji coba langsung di lingkungan Kabupaten Belitung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa alat dapat mendeteksi kadar metana secara real time dengan ambang batas aman, serta meningkatkan pemahaman staf terhadap isu lingkungan dan teknologi sensor. Staf juga mampu mengintegrasikan data hasil pemantauan ke dalam proses pembelajaran berbasis proyek. Kegiatan ini tidak hanya mendorong pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada upaya mitigasi risiko lingkungan secara partisipatif di tingkat nasional. Keberhasilan program ini menjadi model yang dapat direplikasi di daerah lain di daerah terpencil dengan pendekatan biaya rendah dan pelatihan berkelanjutan.