Shinta Olivia Virnanda
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Mitigasi Bencana Longsor Oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur Di Jalur Cangar-Pacet, Kabupaten Mojokerto Shinta Olivia Virnanda; Muhammad Agus Muljanto
Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol. 23 No. 1 (2026): Juni: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Mbojo Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59050/jian.v23i1.418

Abstract

Kecamatan Cangar merupakan salah satu daerah di Kabupaten Mojokerto, Kecamatan Cangar mempunyai jalur yang bernama Jalur Cangar–Pacet. Kawasan ini memiliki potensi bencana longsor yang cukup besar, maka dari itu manajemen mitigasi bencana sangat memiliki peran penting untuk mengurangi potensi risiko longsor, sehingga dampak yang mungkin ditimbulkan tidak semakin meluas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan teknik wawancara sebagai metode utama untuk memperoleh data dan informasi secara faktual mengenai manajemen mitigasi bencana yang dilakukan oleh peneliti. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap informasi iklim dan peringatan bencana yang disampaikan oleh pemerintah menjadikan salah satu faktor utama kendala dari mitigasi bencana ini. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bentuk manajemen mitigasi bencana yang dilakukan oleh DPU Bina Marga Jawa Timur untuk mengatasi masalah longsor yang terjadi di jalur cangar-pacet, kabupaten mojokerto. Penerapan program mitigasi melalui kerjasama antar instansi menjadikan mitigasi menjadi lebih efisien. Peneliti menggunakan teori Nick Carter (1991) dalam bukunya Disaster Management: A Disaster Manager’s Handbook mengenai manajemen bencana dengan tahapan utama meliputi prevention atau pencegahan, mitigation atau peringanan, dan preparedness atau kesiapsiagaan. Hasil dari pembahasan, manajemen mitigasi bencana sudah berjalan secara terstruktur dengan baik, dari pihak terkait memiliki langkah antisipatif dengan menyediakan jembatan bailey untuk jembatan darurat paska terjadi longsor, tantangan yang di hadapi mengenai faktor cuaca serta masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap informasi dan peringatan bencana. Kesimpulan yang didapat DPU Bina Marga Jawa Timur sudah memiliki langkah yang cukup strategis tetapi masi perlu evaluasi untuk mengoptimalkan perlindungan dan mengurangi resiko terjadi bencana longsor.