This Author published in this journals
All Journal Electrical Today
Rizal Zhafran
Unit Layanan Electricity Services Bangkinang, Riau, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Proteksi Distribusi Jaringan Tegangan Menengah 20 kV Menggunakan Fuse Cut Out (FCO) Rajuna Ansula; Benny Afitra; Rizal Zhafran
Electrical Today Vol 2 No 2 (2026): Electrical Today: December 2026
Publisher : Asosiasi Material Terapan dan Teknologi (AMTT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65794/J.Electo.2.2.1-8

Abstract

Sistem distribusi tenaga listrik 20 kV memerlukan proteksi yang andal untuk menjaga kontinuitas penyaluran energi kepada konsumen. Fuse Cut Out (FCO) merupakan peralatan proteksi yang berfungsi memutus arus lebih dan arus gangguan hubung singkat pada Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV melalui peleburan fuse link. Pemilihan rating fuse link yang tepat menjadi faktor penting dalam menjamin selektivitas dan koordinasi proteksi. Namun evaluasi kesesuaian rating fuse link secara menyeluruh pada seluruh titik FCO dalam satu penyulang masih jarang dilakukan, sehingga risiko pemilihan rating yang tidak tepat berpotensi mengganggu keandalan proteksi. Penelitian ini mengkaji kesesuaian rating fuse link yang terpasang pada jaringan tegangan menengah 20 kV (penyulang) terhadap standar perhitungan teoritis berdasarkan SPLN 64:1985 dan PUIL 2011. Data beban dan rating fuse link diperoleh melalui pengukuran langsung di lapangan pada masing-masing titik FCO yang tersebar pada penyulang tersebut. Perhitungan arus beban nominal dilakukan menggunakan formula arus pengenal tiga fasa pada tegangan primer 20 kV, kemudian hasilnya dibandingkan dengan rating fuse link yang terpasang. Pada Penyulang Belanga terdapat 5 FCO dengan beban total 899,6 kVA, sedangkan Penyulang Kesatrian terdapat 7 FCO dengan beban total 3.329,2 kVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh rating fuse link yang terpasang di lapangan telah sesuai dengan standar pemilihan berdasarkan arus nominal beban pada masing-masing percabangan. Temuan ini sekaligus menjadi dasar rekomendasi pemantauan beban berkala, mengingat beberapa FCO beroperasi dengan margin keamanan yang tipis.