Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HABITUATING RELIGIOUS MODERATION IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION: STRATEGIES AND IMPLICATIONS FOR STUDENT TOLERANCE IN MULTICULTURAL SCHOOLS Holis Andika; Achmad Mahrus Helmi; Suyono Suyono; Fahmi Ziyyad Al Afthoni
Edupedia : Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam Vol. 10 No. 2 (2026): Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan dan Pedagogi Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/edupedia.v10i2.8924

Abstract

This study examines the habituation strategy of religious moderation in Islamic Religious Education (IRE) and its implications for fostering student tolerance in multicultural school settings. Employing a qualitative case study design, the research was conducted at SDN 2 Sukoreno Umbulsari, Jember. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The findings indicate that the habituation of wasathiyyah values is systematically implemented through the integration of IRE content with the hidden curriculum, particularly via diversity-oriented activities and role-playing practices. These strategies effectively cultivate key moderation principles, including tawasut (balance), tasamuh (tolerance), and I’tidal (justice). The study further reveals a notable enhancement in students’ tolerance and inclusive attitudes, as reflected in their capacity for respectful interfaith interaction and their ability to manage minor social conflicts constructively. The findings underscore the importance of institutional support through strengthened school policies and targeted professional development for IRE teachers focusing on habituation-based, multicultural pedagogical approaches. Ultimately, this study contributes to the discourse on religious moderation by demonstrating how schools can foster inclusive learning environments and prepare students to navigate complex social and global challenges.
A Kajian Analisis terhadap Konsep Ifāf bagi Ibu dalam Perspektif Pemikiran Mubādalah dan Kaidah Uṣūl al-Fiqh Holis Andika; Abd. Wahid
Wasathiyyah Vol 7 No 1 (2025): Wasathiyyah: Jurnal Pemikiran Fikih dan Ushul Fikih
Publisher : Wasathiyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58470/wasathiyyah.v7i1.99

Abstract

Kajian ini berfokus pada konsep i'fāf sebagai solusi pemenuhan kebutuhan pernikahan bagi orang tua tunggal yang ditinggalkan pasangan. Secara umum, hukum Islam klasik membebankan kewajiban i'fāf hanya kepada ayah, mengecualikan ibu. Penelitian ini mengusung pendekatan mubādalah untuk meninjau kembali pandangan tersebut guna menciptakan kesetaraan dan keadilan relasional. Menggunakan metode studi kepustakaan (library research) terhadap kitab fikih empat madhhab dan literatur terkait, penelitian menemukan adanya divergensi pendapat ulama mengenai kewajiban i'fāf bagi ibu. Kesimpulan utama adalah bahwa perspektif mubādalah memungkinkan perluasan konsep i'fāf menjadi lebih adil dan setara, sehingga memberikan hak perlindungan dan kesejahteraan yang sama bagi ibu yang ditinggalkan pasangannya