Jayadi Jayadi
Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN TINGKAT KEPUASAN TERHADAP TEKNIK FRICTION DAN COMPRESSION PADA MASSAGE PUNGGUNG DI UNIVERSITAS KATOLIK SANTO AGUSTINUS HIPPO Agung Kurniawan; Jayadi Jayadi
HEALTHY : Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/healthy.v5i3.12479

Abstract

This study aimed to compare satisfaction levels between friction and compression techniques in back massage at Santo Agustinus Hippo Catholic University. This research employed a quantitative descriptive survey method with a comparative approach. The sample consisted of 19 students selected using purposive sampling. The research instrument was a satisfaction questionnaire distributed through Google Forms after the respondents received back massage treatment using friction and compression techniques. The data were analyzed using descriptive statistics in the form of percentages. The results showed that the friction technique achieved a satisfaction level of 87.4% in providing relaxation and 83.2% in reducing pain. Meanwhile, the compression technique obtained a satisfaction level of 86.3% in providing relaxation and 85.3% in reducing pain. Based on respondents’ preferences, 68.4% selected friction as the technique that provided higher satisfaction, while 31.6% selected compression. Therefore, both back massage techniques produced very good satisfaction levels. However, friction was preferred by most respondents as the technique that provided greater satisfaction in back massage. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kepuasan terhadap teknik friction dan compression pada massage punggung di Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Sampel penelitian berjumlah 19 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket tingkat kepuasan yang disebarkan melalui Google Form setelah responden menerima perlakuan massage punggung menggunakan teknik friction dan compression. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik friction memperoleh tingkat kepuasan sebesar 87,4% dalam memberikan rasa rileks dan 83,2% dalam membantu mengurangi nyeri. Sementara itu, teknik compression memperoleh tingkat kepuasan sebesar 86,3% dalam memberikan rasa rileks dan 85,3% dalam membantu mengurangi nyeri. Berdasarkan pilihan responden, sebanyak 68,4% memilih teknik friction sebagai teknik yang memberikan kepuasan lebih tinggi, sedangkan 31,6% memilih teknik compression. Dengan demikian, kedua teknik massage punggung memberikan tingkat kepuasan yang sangat baik, tetapi teknik friction lebih banyak dipilih sebagai teknik yang paling memuaskan.    
BODY MASS INDEX DAN PANJANG TUNGKAI SEBAGAI PREDIKTOR KELINCAHAN PADA ATLET BOLA VOLI REMAJA Martinez Edison Putra; Jayadi Jayadi; Ibrah Fastabiqi Bawana Mukti; Siskariyanti Siskariyanti
Jambura Health and Sport Journal Vol 8, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v8i2.32578

Abstract

Kelincahan merupakan komponen biomekanik yang peting dalam bola voli, namun penelitian mengenai prediktor antropometriknya terutama Body Mass Index (BMI) dan panjang kaki pada atlet bola voli remaja masih sangat terbatas. Kenyataannya, para pelatih sering kali kesulitan Menyusun program seleksi dan latihan berdasarkan data antropometrik karena kurangnya pengetahuan empiris yang kontekstual. Tujuan dari studi korelasi cross-sectional ini Adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara BMI, Panjang kaki, dan kelincahan pada atlet bola voli remaja. Sebanyak 24 atlet amatir laki-laki Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Maniamas Ngabang direkrut melalui metode sampling lengkap. BMI dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan, Panjang kaki diukur dari spina iliaca anterior superior hingga malleolus medialis, dan kelincahan dievaluasi menggunakan tes heksagonal. Analisis korelasi Pearson menemukan hubungan negative yang signifikan antara BMI dan kelincahan (r = -0,545; p = 0,006) serta hubungan positif yang tidak signifikan antara panjang kaki dan kelincahan (r = 0,335; p = 0,110). Kedua faktor ini menjelaskan 24,4% variasi dalam kelincahan (R2 yang disesuaikan = 0,244; p = 0,020). Temuan ini menunjukkan bahwa pengelilaan komposisi tubuh merupakan aspek penting dalam pengembangan atlet muda, dan memberikan landasan empiris bagi pelatih serta praktisi kedokteran olahraga untuk merancang program latihan dan seleksi berbasis antropometri yang lebih disesuaikan.