Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia. Salah satu upaya pengendalian glikemik adalah penerapan terapi gizi melalui pemilihan makanan berdasarkan indeks glikemik. Namun, hubungan antara pengetahuan mengenai indeks glikemik makanan dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM masih menunjukkan hasil yang beragam.Menganalisis hubungan pengetahuan tentang indeks glikemik makanan dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus rawat inap di RSUD dr. Fauziah Bireuen.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD dr. Fauziah Bireuen. Sebanyak 81 pasien Diabetes Melitus tipe 2 dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengetahuan mengenai indeks glikemik diukur menggunakan kuesioner, sedangkan data kadar gula darah sewaktu diperoleh dari rekam medis. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (63,0%) dan berusia 44–60 tahun (72,8%). Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang indeks glikemik makanan dengan kadar gula darah sewaktu (χ² = 0,394; p = 0,821). Pengetahuan tentang indeks glikemik makanan tidak berhubungan dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus rawat inap. Pengendalian glikemik dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti kepatuhan diet, terapi farmakologis, aktivitas fisik, lama menderita diabetes, dan kondisi klinis pasien