Muhammad Wahyudi Azzukhruf
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perumusan Tatanan Pesantren Rintisan Melalui Siklus 5-D Asset-Based Community Development (ABCD) Ade Fitriani Harahap; Muhammad Wahyudi Azzukhruf
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 26 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/8wg5sy19

Abstract

Abstract - Emerging pesantren often face institutional challenges in aligning their visionary goals with a well-structured operational system. This study addresses the academic question of how a newly established pesantren can build its institutional foundation from within, without relying on a top-down approach. It analyzes the Majelis Perumusan Tatanan Pesantren program at Pondok Pesantren Bil Qolam, a literacy-based pesantren for university students that aspires to a transformative vision but lacks a formal system. Using a qualitative approach grounded in Asset-Based Community Development (ABCD), this research explores the application of the 5-D cycle (Define, Discovery, Dream, Design, Destiny) as a participatory facilitation method. The findings reveal that this approach successfully transformed the pesantren's internal assets—such as the founder's vision, the students' intellectual capacity, and existing social networks—into tangible institutional instruments, including a curriculum, Standard Operating Procedures (SOP), and a structured daily schedule. The main finding highlights the emergence of an institutional framework that is managerial in structure and aligned with the community's unique character, though ownership of this framework currently remains concentrated among the founder and core administrators rather than fully distributed across the broader santri community. The study concludes that the ABCD method, through the 5-D cycle, serves as an effective framework for developing an authentic institutional foundation in emerging pesantren, while highlighting the need for further efforts to extend collective ownership beyond key actors to ensure long-term sustainability.   Keyword: Appreciative Inquiry, Participatory Facilitation, Literacy Education, Emerging Pesantren, 5-D Cycle.   Abstrak - Pesantren rintisan seringkali menghadapi permasalahan kelembagaan dalam menyelaraskan visi besarnya dengan sistem operasional yang tertata. Penelitian ini menjawab permasalahan akademik mengenai bagaimana sebuah pesantren baru dapat membangun fondasi kelembagaannya dari dalam, tanpa menggunakan pendekatan yang bersifat top-down. Artikel ini menganalisis program "Majelis Perumusan Tatanan Pesantren" di Pondok Pesantren Bil Qolam, sebuah lembaga rintisan berbasis literasi untuk kalangan mahasiswa, yang memiliki visi besar namun belum memiliki sistem yang terstruktur. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berkerangka Asset-Based Community Development (ABCD), penelitian ini mendeskripsikan penerapan siklus 5-D (Define, Discovery, Dream, Design, Destiny) sebagai metode fasilitasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil mentransformasikan aset-aset internal pesantren seperti visi pendiri, potensi intelektual santri, dan jejaring sosial menjadi instrumen kelembagaan yang konkret, meliputi kurikulum, Standar Operasional Prosedur (SOP), dan jadwal kegiatan harian. Temuan utamanya adalah terbentuknya sebuah tatanan kelembagaan yang terstruktur secara manajerial dan selaras dengan karakter unik komunitas, meskipun kepemilikan atas tatanan tersebut saat ini masih terkonsentrasi pada pendiri dan pengurus inti, belum sepenuhnya terdistribusi kepada seluruh elemen santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode ABCD melalui siklus 5-D merupakan kerangka kerja yang efektif untuk membangun fondasi kelembagaan pesantren rintisan yang otentik, sekaligus menegaskan perlunya upaya lanjutan untuk memperluas kepemilikan kolektif melampaui aktor-aktor kunci demi keberlanjutan jangka panjang.   Kata kunci: Appreciative Inquiry, Fasilitasi Partisipatif, Pendidikan Literasi, Pesantren Rintisan, Siklus 5-D.