Aji Joko Budi Pramono
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Guru PAI dalam Mengoptimalkan Penilaian Sikap pada Kurikulum Merdeka : Penelitian Mhd. Miftachuddin Rasyid Nasution; Aji Joko Budi Pramono
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengoptimalkan penilaian sikap peserta didik pada implementasi Kurikulum Merdeka. Penilaian sikap menjadi bagian penting dalam pembelajaran PAI karena tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, sikap spiritual, dan sikap sosial peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara semi-terstruktur kepada lima guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian sikap dilaksanakan secara berkelanjutan melalui observasi langsung, jurnal sikap, lembar observasi, penilaian diri, dan penilaian antarteman. Strategi yang digunakan guru meliputi integrasi penilaian sikap dalam aktivitas pembelajaran, pembiasaan religius, keteladanan guru, kolaborasi dengan wali kelas dan orang tua, penggunaan rubrik, serta pemanfaatan teknologi digital. Kendala utama yang dihadapi guru adalah banyaknya jumlah peserta didik, keterbatasan waktu, kesulitan menjaga objektivitas, sulitnya mengukur sikap yang bersifat abstrak, dan beban administrasi. Oleh karena itu, diperlukan sistem penilaian sikap yang lebih sederhana, objektif, praktis, dan berbasis teknologi agar pelaksanaan penilaian sikap pada Kurikulum Merdeka dapat berjalan lebih efektif.
The Integration of Test and Non-Test Assessment in Islamic Education toward Holistic Evaluation for Sustainable Learning Diantoro Diantoro; Aji Joko Budi Pramono
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026): Continued
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1873

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) carries a sacred mission to develop students’ cognitive, affective, and psychomotor aspects in a balanced manner. However, in practice, learning evaluation in PAI remains dominated by test-based assessments that primarily measure the cognitive domain. This study is grounded in the increasing urgency to understand how the imbalance of evaluation instruments hinders the internalization of comprehensive Islamic character values (kaffah). This article aims to analyze the theological-pedagogical urgency, implementation mechanisms, and sociological-technical challenges of integrating test and non-test assessments in PAI in order to achieve holistic evaluation and sustainable learning. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method by adapting the PRISMA protocol to literature published between 2023 and 2025. Data were reduced and synthesized from various reputable journals. Of the 58 initial articles identified through scientific databases such as Google Scholar, Garuda, and Scopus, 15 final articles met the strict inclusion criteria for analysis. The findings indicate that the integration of test instruments (written and oral examinations) and non-test instruments (observation, self-assessment, and worship portfolios) simultaneously is capable of capturing both students’ theoretical and practical piety. This evaluation arrangement contributes directly to the long-term internalization of Islamic values. Although challenges remain, including teacher subjectivity, the halo effect, and administrative burdens, the digitalization of assessment instruments through application-based systems and the development of measurable and observable behavioral rubrics have emerged as strategic solutions to ensure evaluation objectivity in the modern era.