Melani Melani
Universitas Bina Bangsa Getsempena

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Alat Ukur Kelembaban Tanah Menggunakan Sensor Soil Moisture Berbasis Internet of Things untuk Mendukung Pertumbuhan Bibit Unggul Kelapa Sawit: Penelitian Melani Melani; Khairman Khairman; Rossiana Br Ginting
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7399

Abstract

Fase pembibitan merupakan tahap kritis dalam budidaya kelapa sawit yang sangat bergantung pada kondisi kelembapan tanah yang optimal. Pemantauan kelembapan tanah secara manual yang selama ini dilakukan memiliki keterbatasan berupa kurangnya akurasi, tidak bersifat real-time, serta membutuhkan banyak tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan alat ukur kelembapan tanah berbasis notifikasi menggunakan sensor Soil Moisture pada mikrokontroler ESP32 guna mendukung pertumbuhan bibit unggul kelapa sawit. Sistem yang dikembangkan menggunakan sensor Soil Moisture kapasitif yang terhubung ke pin GPIO 34 pada ESP32 DevKit V1. Data kelembapan tanah dibaca setiap 5 detik dengan teknik rata-rata 10 kali pembacaan untuk menstabilkan nilai ADC, kemudian dikonversi ke persentase kelembapan menggunakan fungsi pemetaan dengan rentang ADC_KERING = 3500 dan ADC_BASAH = 500. Sistem dilengkapi indikator lokal berupa LED dan buzzer, notifikasi jarak jauh melalui Telegram Bot API, serta penyimpanan data historis di Google Sheets menggunakan Google Apps Script. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor berhasil membedakan lima kategori kondisi tanah secara akurat. Indikator LED dan buzzer bekerja 100% sesuai dengan kondisi tanah yang terdeteksi. Pengiriman data ke Google Sheets berhasil dengan tingkat keberhasilan 100% dan waktu respons rata-rata 1,14 detik. Notifikasi Telegram berhasil terkirim dalam waktu kurang dari 3 detik saat kondisi tanah berada di luar batas optimal.