Indonesia sebagai negara dengan padat penduduk mengalami peningkatan pada kebutuhan dan permintaan infrastruktur. Beton menjadi material konstruksi yang sering digunakan dalam konstruksi, dengan komponen utama yaitu semen Portland. Meningkatnya produksi semen menyumbang 8% karbon di dunia setiap tahunnya. Salah satu solusinya yakni memanfaatkan material berbahan pozzolan yang ramah lingkungan, yaitu pemanfaatan abu sekam padi (Rice Husk Ash/RHA) dan fly ash sebagai bahan pengganti semen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi persentase RHA dan fly ash terhadap pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas pada benda uji beton silinder 15x30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan RHA sebagai pengganti semen memberikan pengaruh dengan hasil pengujian beton didapat performa paling optimum pada kadar RHA 5%, yakni sebesar 27,81 Mpa pada pengujian kuat tekan dan sebesar 13076 Mpa untuk pengujian modulus elastisitas. Kombinasi RHA dan fly ash paling optimum untuk pengujian kuat tekan didapat oleh kadar RHA 5% dan fly ash 20% yang menghasilkan kuat tekan sebesar 25,46 Mpa. Sedangkan kadar optimum untuk hasil pengujian modulus elastisitas terdapat pada kadar RHA 10% dan fly ash 20% yang menghasilkan nilai kekuan 13127 Mpa. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan RHA dan fly ash dengan porsi yang tepat mampu meningkatkan nilai pengujian beton sehingga dapat menjadi solusi untuk mendukung konstruksi ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kata kunci: Abu Sekam Padi, Fly Ash, Kuat Tekan Beton, Modulus Elastisitas Beton