I Made Ari Kesawa Wiguna
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Daktilitas dan Pola Retak Balok Beton Bertulang Berdasarkan Umur dan Rasio Tulangan dengan Persentase Ground Granulated Blast Furnace Slag 20% dan Fly Ash 10% I Made Ari Kesawa Wiguna; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar akibat tingginya penggunaan semen portland dalam produksi beton. Salah satu upaya mengurangi dampak lingkungan tersebut adalah memanfaatkan material substitusi semen berupa Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) dan Fly ash (FA). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi umur beton dan rasio tulangan terhadap daktilitas serta pola retak balok beton bertulang dengan substitusi semen menggunakan GGBFS 20% dan Fly ash 10%. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan benda uji balok beton bertulang berukuran 100×10×20 cm dengan dua variasi umur beton (28 dan 56 hari) serta dua variasi rasio tulangan, yaitu A1 (0,00872) dan A2 (0,0131). Pengujian dilakukan dengan metode pembebanan lentur dua titik untuk memperoleh hubungan beban-lendutan, nilai daktilitas, beban retak pertama (Pcr), serta perkembangan pola retak hingga kondisi ultimit. Data dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan metode Two-Way ANOVA dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan umur beton memengaruhi daktilitas dan beban retak pertama, dengan balok umur 56 hari umumnya memiliki kemampuan menahan beban dan deformasi lebih besar dibandingkan umur 28 hari. Rasio tulangan juga memengaruhi perilaku balok, terutama terhadap nilai daktilitas, penyebaran retak, dan jumlah tahapan retakan. Pola retak pada seluruh benda uji didominasi retak lentur dan lentur-geser yang diawali dari daerah momen maksimum kemudian berkembang menuju daerah geser seiring peningkatan beban. Namun, hasil analisis statistik menunjukkan umur beton hanya berpengaruh signifikan terhadap beban retak pertama, sedangkan rasio tulangan berpengaruh signifikan terhadap daktilitas. Substitusi GGBFS 20% dan Fly ash 10% tetap menghasilkan perilaku daktilitas dan pola retak yang sebanding dengan balok kontrol, sehingga berpotensi digunakan sebagai alternatif material beton yang lebih ramah lingkungan. Kata kunci: daktilitas, pola retak, balok beton bertulang, GGBFS, fly ash.