Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Praktik Syura Tradisi Batagak Penghulu Adat Minangkabau Perspektif Living Qur’an Muhammad Ilham; Nasrulloh Nasrulloh
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i2.6313

Abstract

Penelitian ini menganalisis integrasi nilai syura Qur’ani dalam mekanisme musyawarah adat Minangkabau pada tradisi batagak penghulu dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka yang diperkaya oleh wawancara terhadap narasumber adat. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya memahami bagaimana nilai Al-Qur’an dihidupkan dalam praktik sosial masyarakat lokal, khususnya melalui prinsip “adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.” Tujuannya adalah menelaah bagaimana nilai syura’ diresepsi, diinterpretasi, dan diimplementasikan dalam proses pengangkatan penghulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahapan batagak penghulu mulai dari musyawarah kaum hingga konsensus nagari selaras dengan prinsip Qur’ani mengenai musyawarah, moralitas, dan legitimasi kepemimpinan sebagaimana tercermin dalam QS. 42:38, 3:159, 49:13, dan 4:59. Proses musyawarah tersebut memperlihatkan internalisasi nilai syura’ yang dijalankan secara turun-temurun dan terus direproduksi dalam konteks budaya yang dinamis. Kesimpulannya, tradisi batagak penghulu tidak hanya kompatibel dengan nilai Al-Qur’an, tetapi juga merepresentasikan bentuk living qur’an yang memadukan adat, agama, dan praktik sosial secara harmonis dalam menguatkan legitimasi kepemimpinan dan kohesi sosial di tengah dinamika masyarakat Minangkabau kontemporer serta menjaga keberlanjutan nilai-nilai kolektif.