Penelitian ini menelaah konteks historis, dinamika penafsiran, serta relevansi nilai-nilai surah al-Fil dalam kehidupan modern. Surah makiyah ini dikenal memiliki historis yang berkaitan dengan peristiwa penyerangan Ka’bah oleh pasukan bergajah yang dipimpin Raja Abrahah. Historis tersebut seakan-akan menjadikan surah ini dipahami semata sebagai narasi masa lalu yang statis. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya menghadirkan pembacaan yang lebih kontekstual dengan menelusuri riwayat, tafsir klasik hingga modern, serta relevansi pesan yang dikandungnya pada kehidupan sehari-hari. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini merujuk pada Al-Qur’an, kitab tafsir, buku, dan artikel jurnal. Analisis dilakukan melalui kajian ‘Ulum al-Qur’an, penelusuran konteks sejarah, telaah pandangan mufasir, dan penarikan nilai-nilai dalam konteks kekinian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat riwayat pasti yang menegaskan peristiwa sebab turunnya surah, namun sejumlah riwayat menjelaskan konteks historisnya. Penafsiran mufasir dari tiga periode: klasik (Ibn ‘Abbas), pertengahan (Al-Ṭabari), dan modern (Sayyid Quṭb) menunjukkan kesinambungan penafsiran makna dengan beberapa tambahan berbeda, terutama gaya retoris ayat pertama, pemaknaan lafaz ababil, serta sikap terhadap takwil modern. Adapun relevansi surah al-Fil pada masa kini mencakup ajakan refleksi sejarah, peringatan terhadap tipu daya, pentingnya solidaritas, serta kesadaran bahwa ambisi berbasis kesombongan pada akhirnya akan berujung kehancuran. Temuan ini menegaskan bahwa pesan surah al-Fil tetap hidup dan signifikan dalam menghadapi dinamika zaman.