Hasna Tsabitah
Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peranan Tutorial PAI di UPI Dalam Religiusitas Mahasiswa: Antara Pembentukan Karakter Religius Atau Rutinitas Formalitas Hilman Taufiq Abdillah; Salma Rahma Kamila; Sri Fuji Astuti; Panca Dana Pesona; Hasna Tsabitah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1649

Abstract

Penelitian ini menyelidiki efektivitas program Tutorial Pendidikan Islam (PAI) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam membentuk karakter religius mahasiswa pada masa dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program, mengeksplorasi persepsi mahasiswa, dan mengevaluasi apakah tutorial tersebut berfungsi sebagai proses pembentukan karakter yang bermakna atau hanya sebagai formalitas administratif. Pendekatan metode campuran dengan desain triangulasi konvergen digunakan, yang melibatkan dua instrumen kuantitatif dan penyelidikan kualitatif. Kuesioner pertama diberikan kepada 169 mahasiswa yang dipilih secara purposif untuk mengukur manajemen tutorial, religiusitas, dan persepsi pembentukan karakter, sedangkan kuesioner kedua didistribusikan kepada 33 mahasiswa untuk menilai religiusitas multidimensional di berbagai aspek seperti ibadah, moralitas, hubungan sosial, dan spiritualitas. Data dikumpulkan melalui survei skala Likert, wawancara mendalam dengan mahasiswa, tutor, dosen, dan orang tua, serta dokumentasi, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas dan regresi, dan analisis tematik. Temuan menunjukkan secara struktural, program tersebut berjalan efektif, didukung oleh penjadwalan yang konsisten dan disiplin administratif. Motivasi ditemukan memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap religiusitas daripada manajemen bimbingan, sementara spiritualitas muncul sebagai dimensi religiusitas yang paling dominan. Wawasan kualitatif mengungkapkan bahwa keberhasilan internalisasi nilai - nilai agama bergantung pada kesadaran pribadi, ikatan mentor, dukungan orang tua, dan relevansi materi dengan kehidupan sehari-hari mahamahasiswa. Studi ini berkontribusi secara teoritis dengan menyoroti dialektika antara pembiasaan dan agensi dalam pembentukan karakter, dan secara praktis dengan merekomendasikan inovasi kurikulum, penguatan mekanisme evaluasi, dan pemantauan jangka panjang untuk memastikan transformasi spiritual yang autentik dan berkelanjutan.