PAWESTRI SETYANI
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implikasi QS. Ali Imron Implikasi QS. Ali Imron Ayat 104 Tentang Amar Ma’ruf Nahi Munkar Terhadap Pendidikan Karakter : Implikasi Surat Ali Imron Ayat 104 Terhadap Pendidikan Karakter PAWESTRI SETYANI
AL-MUTSLA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v8i1.2163

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna QS. Ali Imran ayat 104 serta implikasinya terhadap pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode normatif melalui studi kepustakaan, dengan menelaah Al-Qur’an, kitab tafsir klasik dan kontemporer, serta literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi nilai-nilai utama dalam konsep amar ma’ruf nahi munkar serta relevansinya dalam konteks pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep amar ma’ruf dan nahi munkar mengandung nilai-nilai penting seperti tanggung jawab moral, kesadaran sosial, dan kewajiban kolektif yang sangat relevan dalam pengembangan pendidikan karakter. Nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan melalui integrasi pembelajaran nilai dalam kurikulum, keteladanan guru, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang kondusif yang mendorong perilaku positif seperti kejujuran, kerja sama, kedisiplinan, dan saling menghormati. Di sisi lain, nahi munkar berfungsi sebagai mekanisme preventif terhadap perilaku negatif melalui bimbingan etis dan kontrol sosial di lingkungan pendidikan. Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai tersebut tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dalam membentuk kesadaran moral dan sensitivitas sosial peserta didik. Namun demikian, terdapat tantangan berupa perbedaan pemahaman tentang konsep kebaikan dan keburukan dalam masyarakat yang plural. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang inklusif, kontekstual, dan dialogis. Dengan demikian, QS. Ali Imran ayat 104 memberikan landasan normatif yang kuat dalam pengembangan pendidikan karakter yang berorientasi pada integritas moral, tanggung jawab sosial, dan pemahaman lintas budaya.