Stunting tetap menjadi masalah kesehatan ibu dan anak yang membutuhkan pendekatan promotif dan preventif berbasis keluarga. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi ibu hamil dan ibu anak di bawah lima tahun dengan memberikan pendidikan tentang pencegahan stunting dan gizi seimbang, serta memperkenalkan makanan lokal—khususnya labu dan wortel—sebagai pilihan makanan tambahan yang bergizi. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Banjarejo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, pada Januari 2026, bekerja sama dengan KKN (Kegiatan Pengabdian Masyarakat Mahasiswa) Kelompok 13. Pendekatan partisipatif berbasis masyarakat digunakan, yang melibatkan koordinasi dengan bidan desa, perawat, dan relawan kesehatan; sesi pendidikan di Pustu Desa Banjarejo; kunjungan rumah kepada ibu hamil; diskusi dan sesi tanya jawab; distribusi brosur; dan demonstrasi tentang pemanfaatan hasil bumi lokal. Peserta termasuk 12 ibu anak di bawah lima tahun yang mengikuti sesi imunisasi dan enam ibu hamil yang dijangkau melalui kunjungan rumah. Hasil pengabdian menunjukkan respons positif dari peserta dan peningkatan pemahaman mengenai nutrisi seimbang, pemantauan pertumbuhan, pencegahan anemia selama kehamilan, dan pentingnya pemeriksaan prenatal rutin, serta penguasaan keterampilan untuk menyiapkan labu dan wortel sebagai makanan tambahan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa pendidikan kebidanan berbasis komunitas dapat berfungsi sebagai strategi yang sederhana, spesifik konteks, dan mudah diimplementasikan untuk mendukung pencegahan stunting sejak kehamilan hingga masa kanak-kanak awal.