Perkembangan Artificial Intelligence (AI) memberikan banyak kemudahan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muria Kudus dalam menggunakan media pembelajaran berbasis AI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket kepada 18 mahasiswa PGSD Universitas Muria Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memanfaatkan AI, seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan Microsoft Copilot, untuk membantu memahami materi perkuliahan, mencari referensi, membuat rangkuman, serta menyelesaikan tugas dengan lebih mudah dan cepat. Penggunaan AI juga meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, terlihat dari meningkatnya semangat belajar, kemudahan memahami materi, dan dorongan untuk belajar lebih mandiri. Meskipun demikian, penggunaan AI secara berlebihan dapat menimbulkan ketergantungan dan mengurangi kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Oleh karena itu, AI perlu dimanfaatkan secara bijaksana sebagai media pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir mahasiswa. Peran dosen juga sangat penting dalam membimbing mahasiswa agar mampu menggunakan AI secara etis, bertanggung jawab, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi dalam mengoptimalkan pemanfaatan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.