Helma Novita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah Hasil Spin-Off Di Indonesia: Analisis Komparatif Berbasis Metode RGEC Helma Novita; Waluyo, Bambang
TSARWAH Vol. 11 No. 2 (2026): December
Publisher : PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM PROGRAM PASCASARJANA IAIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbedaan kinerja keuangan di antara tiga bank umum syariah hasil spin-off di Indonesia—Bank Nano Syariah (BNS), Bank BJB Syariah (BJBS), dan BTPN Syariah (BTPNS)—yang beroperasi pada tahap kematangan kelembagaan yang berbeda. Ketiga bank tersebut terbentuk dari spin-off murni unit usaha syariah dan mulai beroperasi secara mandiri masing-masing pada tahun 2024, 2010, dan 2014. Dengan menggunakan desain deskriptif-komparatif kuantitatif, penelitian ini memanfaatkan laporan keuangan triwulanan dari triwulan pertama tahun 2024 hingga triwulan keempat tahun 2025, yang mencakup 24 observasi bank-triwulan. Kinerja keuangan diukur melalui empat dimensi Risk-Based Bank Rating (RBBR): Profil Risiko (Non-Performing Financing dan Financing to Deposit Ratio), Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance), Rentabilitas (Return on Assets), dan Permodalan (Capital Adequacy Ratio). Karena uji Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi tidak normal pada beberapa indikator, perbedaan antarbank diuji menggunakan uji Kruskal-Wallis, diikuti oleh perbandingan post-hoc Mann-Whitney dengan koreksi Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan di antara ketiga bank tersebut dalam hal Profil Risiko, Rentabilitas, dan Permodalan, dengan nilai p di bawah 0,05 untuk NPF, FDR, ROA, dan CAR. Tata Kelola Perusahaan yang Baik tidak dapat diuji secara statistik karena skor kompositnya tetap konstan di semua bank dan periode, yang menunjukkan tidak adanya perbedaan yang teramati. Uji post-hoc mengungkapkan bahwa FDR tidak berbeda secara signifikan antara BJBS dan BTPNS, sementara semua pasangan bank lainnya menunjukkan perbedaan signifikan pada NPF, ROA, dan CAR. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja keuangan bank syariah hasil *spin-off* tidak seragam dan tidak semata-mata ditentukan oleh lama waktu operasi. Pilihan model bisnis dan strategi manajemen risiko tampaknya lebih memengaruhi kinerja secara langsung dibandingkan usia kelembagaan. Penelitian ini memberikan bukti empiris yang relevan bagi investor yang menilai bank hasil spin-off serta bagi regulator yang mengevaluasi hasil kebijakan spin-off di Indonesia.