Kanker payudara merupakan ancaman kesehatan yang signifikan bagi perempuan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Data GLOBOCAN 2022 dan Kementerian Kesehatan RI menempatkan kanker payudara sebagai jenis kanker dengan insidensi tertinggi pada perempuan Indonesia. Salah satu strategi deteksi dini yang efektif dan aksesibel adalah Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Hasil observasi dan wawancara awal dengan pihak Klinik Juliana Dalimunthe menunjukkan bahwa remaja putri di sekitar klinik belum pernah memperoleh penyuluhan SADARI, tidak mengetahui waktu pelaksanaan SADARI yang tepat, serta belum memahami langkah-langkah pemeriksaannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja putri dalam melaksanakan SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2024 di Klinik Juliana Dalimunthe dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi menggunakan media edukasi. Sebanyak 34 remaja putri (kehadiran 100%) berpartisipasi selama 90 menit. Evaluasi dilakukan secara observasional dan formatif melalui pengamatan partisipasi, kemampuan menjelaskan ulang materi, dan demonstrasi ulang langkah SADARI. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh peserta hadir penuh, aktif dalam sesi tanya jawab, mampu menyebutkan langkah-langkah SADARI, dan mendemonstrasikan prosedur dengan bimbingan tim. Kegiatan ini efektif meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja putri dan disarankan dilanjutkan melalui pendampingan berkala serta pembentukan kader remaja kesehatan.