Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling realita dalam menurunkan perilaku prokrastinasi akademik pada siswa SMP. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa perempuan berusia 14 tahun yang menunjukkan kecenderungan prokrastinasi akademik dalam bentuk penundaan pengerjaan tugas, keterlambatan pengumpulan tugas, rendahnya inisiatif belajar, serta pengalihan perhatian pada aktivitas yang lebih menyenangkan seperti penggunaan handphone dan media sosial.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru BK, wali kelas, orang tua, dan teman sebaya, serta asesmen psikologis menggunakan tes WISC, tes grafis (BAUM, DAP, HTP), FSCT, dan skala prokrastinasi akademik. Hasil asesmen menunjukkan bahwa perilaku prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh faktor internal seperti rendahnya kepercayaan diri, kesulitan konsentrasi, serta kecemasan dalam menghadapi tugas, serta faktor eksternal berupa kurangnya pengawasan belajar di rumah, pola asuh permisif, dan pengalaman sosial yang kurang mendukung. Intervensi yang diberikan adalah konseling realita dengan teknik WDEP (Wants, Doing, Evaluation, Planning). Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran diri subjek terhadap perilaku menunda tugas serta mulai terbentuknya rencana perilaku yang lebih adaptif dalam pengelolaan waktu belajar. Dengan demikian, konseling realita terbukti membantu dalam mengurangi kecenderungan prokrastinasi akademik pada subjek.