Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Orientasi Epistemik di Era AI dan Google Chrome: Sintesis Literatur Tentang Kemudahan Informasi dan Urgensi Literasi Digital Kritis Bagi Siswa Sekolah Anisah Fadhila Azri; Iwan Agus Supriono; Isnaini Septemiarti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.596

Abstract

Era digital menghadirkan perubahan teknologi yang semakin berkembang dari zaman ke zaman. Teknologi canggih yang hadir di kalangan manusia modern memberikan banyak kemudahan dalam mengakses informasi tentang pendidikan. Kemudahan siswa sekolah dalam mencari informasi pendidikan dapat diakses melalui Artificial Intelligence (AI) maupun Google Chrome. Pergeseran cara belajar siswa di era modern teknologi menjadi sorotan tajam. Tak hanya itu, kognitif intelektual siswa dalam berpikir kritis juga mengalami implikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan cara siswa sekolah memperoleh pengetahuan di era Google dan AI, dampak yang terjadi terhadap pola pikir siswa, serta pentingnya literasi digital kritis dalam pendidikan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis deskriptif terhadap berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan AI dan Google pada siswa sekolah dalam mencari tugas memberikan kemudahan dan efisiensi waktu. Kesimpulannya, mengakses generatif AI secara berlebihan dalam arti mempercayai sepenuhnya hasil yang diberikan AI dan Google tanpa menelaah dan berpikir secara rasional dan kritis sangat membahayakan perkembangan otak. Otak tidak dapat menyalurkan fungsi-fungsinya sehingga mengakibatkan kelemahan dan kemalasan untuk mengambil suatu pikiran yang membutuhkan rekayasa dari individu. Oleh karena itu, penggunaan alat bantu ini bagi siswa sekolah disarankan untuk diberikan pengawasan ketat serta edukasi bijak dalam penggunaannya.
Orientasi Epistemik di Era AI dan Google Chrome: Sintesis Literatur Tentang Kemudahan Informasi dan Urgensi Literasi Digital Kritis Bagi Siswa Sekolah Anisah Fadhila Azri; Iwan Agus Supriono; Isnaini Septemiarti
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.596

Abstract

Era digital menghadirkan perubahan teknologi yang semakin berkembang dari zaman ke zaman. Teknologi canggih yang hadir di kalangan manusia modern memberikan banyak kemudahan dalam mengakses informasi tentang pendidikan. Kemudahan siswa sekolah dalam mencari informasi pendidikan dapat diakses melalui Artificial Intelligence (AI) maupun Google Chrome. Pergeseran cara belajar siswa di era modern teknologi menjadi sorotan tajam. Tak hanya itu, kognitif intelektual siswa dalam berpikir kritis juga mengalami implikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan cara siswa sekolah memperoleh pengetahuan di era Google dan AI, dampak yang terjadi terhadap pola pikir siswa, serta pentingnya literasi digital kritis dalam pendidikan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis deskriptif terhadap berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan AI dan Google pada siswa sekolah dalam mencari tugas memberikan kemudahan dan efisiensi waktu. Kesimpulannya, mengakses generatif AI secara berlebihan dalam arti mempercayai sepenuhnya hasil yang diberikan AI dan Google tanpa menelaah dan berpikir secara rasional dan kritis sangat membahayakan perkembangan otak. Otak tidak dapat menyalurkan fungsi-fungsinya sehingga mengakibatkan kelemahan dan kemalasan untuk mengambil suatu pikiran yang membutuhkan rekayasa dari individu. Oleh karena itu, penggunaan alat bantu ini bagi siswa sekolah disarankan untuk diberikan pengawasan ketat serta edukasi bijak dalam penggunaannya.