Siswa Sekolah Menengah Kejuruan menghadapi tekanan psikososial yang kompleks, mulai dari tuntutan akademik dan praktik kejuruan, kecemasan tinggi menjelang penilaian kompetensi, hingga tingkat absensi akibat sakit. Namun, mekanisme psikologis yang menghubungkan tekanan sosial dengan penurunan imunokompetensi siswa belum banyak dikaji secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediasi serial stres dan kecemasan dalam hubungan antara tekanan sosial dengan persepsi status imunokompetensi siswa di SMK Negeri 1 Tapung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain cross-sectional, melibatkan 269 siswa yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling dari populasi 823 siswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres (β = 0,488; P = 0,000), stres berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecemasan (β = 0,462; P = 0,000), serta ketiga variabel tersebut masing-masing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap persepsi status imunokompetensi siswa. Hasil pengujian mediasi membuktikan bahwa stres secara tunggal memediasi hubungan tekanan sosial dengan imunokompetensi (indirect effect = -0,083; P = 0,007). Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa stres dan kecemasan secara serial juga memediasi hubungan tersebut secara signifikan (indirect effect = -0,045; P = 0,013), dengan nilai VAF sebesar 46,2% yang mengindikasikan mediasi parsial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesehatan siswa SMK tidak dapat dipisahkan dari dinamika psikososial di lingkungan sekolah, sehingga diperlukan pendekatan pedagogik yang berorientasi pada kesejahteraan psikologis siswa