Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Radio PRO 2 FM Jakarta dalam Membangun Kedekatan dengan Pendengar Muda melalui Program Siaran Interaktif Alfito Rahma
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.668

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah pola konsumsi media masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga media konvensional seperti radio dituntut untuk terus beradaptasi agar tetap relevan. Radio PRO 2 FM Jakarta sebagai salah satu stasiun radio publik yang menyasar segmen anak muda berupaya mempertahankan eksistensinya melalui berbagai program siaran interaktif yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara penyiar dan pendengar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan PRO 2 FM Jakarta dalam membangun kedekatan dengan pendengar muda melalui program siaran interaktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri atas koordinator PRO 2 FM Jakarta, tiga orang penyiar program siaran interaktif, serta dua pendengar muda aktif. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan meliputi penggunaan bahasa yang santai sesuai karakter generasi muda, membangun komunikasi dua arah melalui partisipasi aktif pendengar, pemanfaatan media sosial sebagai media pendukung interaksi, serta penyajian konten yang mengikuti tren dan kebutuhan audiens muda. Strategi tersebut mampu membangun hubungan emosional, meningkatkan keterlibatan pendengar, serta memperkuat loyalitas terhadap program siaran. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa konsep Mind, Self, dan Society dalam Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead tercermin dalam proses komunikasi antara penyiar dan pendengar sehingga tercipta hubungan yang lebih personal dan berkelanjutan.
Strategi Komunikasi Radio PRO 2 FM Jakarta dalam Membangun Kedekatan dengan Pendengar Muda melalui Program Siaran Interaktif Alfito Rahma
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.668

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah pola konsumsi media masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga media konvensional seperti radio dituntut untuk terus beradaptasi agar tetap relevan. Radio PRO 2 FM Jakarta sebagai salah satu stasiun radio publik yang menyasar segmen anak muda berupaya mempertahankan eksistensinya melalui berbagai program siaran interaktif yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah antara penyiar dan pendengar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan PRO 2 FM Jakarta dalam membangun kedekatan dengan pendengar muda melalui program siaran interaktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri atas koordinator PRO 2 FM Jakarta, tiga orang penyiar program siaran interaktif, serta dua pendengar muda aktif. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan meliputi penggunaan bahasa yang santai sesuai karakter generasi muda, membangun komunikasi dua arah melalui partisipasi aktif pendengar, pemanfaatan media sosial sebagai media pendukung interaksi, serta penyajian konten yang mengikuti tren dan kebutuhan audiens muda. Strategi tersebut mampu membangun hubungan emosional, meningkatkan keterlibatan pendengar, serta memperkuat loyalitas terhadap program siaran. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa konsep Mind, Self, dan Society dalam Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead tercermin dalam proses komunikasi antara penyiar dan pendengar sehingga tercipta hubungan yang lebih personal dan berkelanjutan.