Manajemen pendidikan memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di suatu daerah, termasuk dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya sekolah. Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, hingga saat ini masih menghadapi tantangan berupa rata-rata lama sekolah yang berada di bawah rata-rata provinsi, Indeks Pembangunan Manusia yang menempati peringkat sembilan dari sebelas kabupaten/kota, serta status akreditasi sekolah yang masih didominasi peringkat B dan C, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana fungsi-fungsi manajemen pendidikan telah dijalankan secara efektif di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya sekolah di Kabupaten Tebo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan (library research), dengan menelaah literatur teoretis mengenai manajemen pendidikan serta data sekunder kondisi pendidikan Kabupaten Tebo, yang dianalisis secara interpretatif menggunakan kerangka fungsi manajemen POAC. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Perencanaan Berbasis Data melalui Rapor Pendidikan, praktik Manajemen Berbasis Sekolah di tingkat satuan pendidikan, serta kolaborasi lintas lembaga dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan dan Tanoto Foundation berkontribusi positif terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan, meskipun tantangan geografis, kesenjangan akreditasi, dan keterbatasan sarana prasarana masih menjadi hambatan. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya penguatan kapasitas manajerial kepala sekolah dan perluasan kolaborasi lintas lembaga sebagai strategi percepatan peningkatan mutu pendidikan di daerah dengan karakteristik geografis serupa.