This Author published in this journals
All Journal SEHAT
Fauziah Fauziah
Program Studi DIII Farmasi ,Sekolah Tinggi Sains Dwi Farma Bukittinggi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN PADA SISTEM PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI OBAT DI RUMAH SAKIT X DI BUKITTINGGI Yonrizon Yonrizon; Fauziah Fauziah
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 3 No. 1 (2026): Medical Studies and Health Journal
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/bnt73253

Abstract

Penyimpanan dan distribusi obat merupakan bagian penting dalam pengelolaan sediaan farmasi di rumah sakit yang bertujuan menjamin mutu, keamanan, dan ketersediaan obat bagi pasien. Implementasi standar pelayanan kefarmasian yang baik diperlukan untuk mendukung efektivitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi standar pelayanan kefarmasian pada sistem penyimpanan dan distribusi obat di Rumah Sakit X di Bukittinggi berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi terhadap sistem penyimpanan dan distribusi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian sistem penyimpanan obat mencapai 89,5% dan sistem distribusi obat mencapai 85,7% sehingga keduanya termasuk kategori baik. Sistem penyimpanan telah menerapkan metode First In First Out (FIFO), First Expired First Out (FEFO), pemisahan obat Look Alike Sound Alike (LASA), serta penyimpanan khusus narkotika dan psikotropika. Sistem distribusi telah menggunakan metode Unit Dose Dispensing (UDD) untuk pasien rawat inap dan sistem resep perorangan untuk pasien rawat jalan. Kendala yang masih ditemukan meliputi belum tersedianya ruang khusus obat kedaluwarsa, ruang tahan api, keterbatasan palet penyimpanan, serta kurangnya tenaga kefarmasian. Dapat disimpulkan bahwa implementasi standar pelayanan kefarmasian pada sistem penyimpanan dan distribusi obat di Rumah Sakit X di Bukittinggi telah berjalan dengan baik dan sebagian besar sesuai dengan Permenkes RI Nomor 72 Tahun 2016, namun masih diperlukan peningkatan sarana dan sumber daya manusia kefarmasian untuk meningkatkan mutu pelayanan farmasi rumah sakit.