Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan model Service Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah, dengan fokus pada proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, peran guru dalam menanamkan nilai-nilai cinta, serta respon dan sikap peserta didik terhadap pembelajaran berbasis pelayanan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru dan peserta didik yang terlibat langsung dalam pembelajaran Service Learning. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran dan kegiatan pelayanan sosial, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Service Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta madrasah direncanakan dan dilaksanakan secara terstruktur dengan mengintegrasikan tujuan akademik, kegiatan pelayanan sosial, dan internalisasi nilai cinta. Guru berperan sentral sebagai perancang pembelajaran, fasilitator nilai, pendamping refleksi, dan teladan moral bagi peserta didik. Pendampingan reflektif guru terbukti menjadi faktor kunci dalam membantu peserta didik memaknai pengalaman pelayanan sosial sebagai proses pembelajaran nilai. Respon peserta didik terhadap pembelajaran Service Learning berbasis nilai cinta menunjukkan sikap positif, terutama pada aspek afektif dan sosial, yang tercermin dalam meningkatnya empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Service Learning merupakan strategi pedagogis yang efektif untuk mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara kontekstual dan transformatif di Madrasah