Jamil Jamil
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dari Persoalan Warga Menuju Respons Hukum Yang Aman: Edukasi Literasi Hukum Melalui Dialog Warga–Polisi Di Krembangan, Surabaya Jamil Jamil; Darmansyah Kurniawan Anggi S. Hidayat
Semeru: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/semeru.v3i1.1700

Abstract

Persoalan hukum di Krembangan tidak hanya muncul dalam sengketa formal, tetapi juga ketika warga menentukan cara melaporkan peristiwa, merespons konflik lingkungan, melindungi kelompok rentan, dan memeriksa informasi hukum yang beredar di ruang digital. Program pengabdian ini mendekatkan pengetahuan hukum pada keputusan tersebut melalui edukasi berbasis kasus dan dialog warga–polisi. Selama empat minggu, tim KKN Tematik SMART 1 bekerja bersama karang taruna, warga, dan unsur kepolisian untuk mengenali isu prioritas, menyusun kasus dengan bahasa umum, melaksanakan Sekolah Kamtibmas Warga, serta membuka ruang klarifikasi institusional. Diskusi berpusat pada jalur pelaporan, respons konflik yang aman, perlindungan perempuan dan anak, verifikasi informasi digital, serta peran warga dalam keamanan lingkungan. Intervensi menghasilkan materi kontekstual dan peta respons praktis yang menghubungkan pengenalan situasi, perlindungan awal, pencatatan, verifikasi, dan akses layanan. Respons peserta terutama menegaskan kebutuhan akan urutan tindakan yang sederhana, batas yang jelas antara mediasi komunitas dan layanan formal, serta kepastian pihak yang dapat dihubungi. Pengalaman kegiatan menunjukkan bahwa literasi hukum menjadi berguna ketika warga dapat menguji informasi hukum melalui situasi sehari-hari dan berdialog langsung dengan institusi publik. Program ini menawarkan kerangka praktis bagi edukasi hukum komunitas yang berulang, berbasis masalah lokal, dialog, dan komunikasi tindak lanjut.