Muhammad Febriyana Ilham Pratama
Departemen Teknik Otomotif, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Karakteristik Nyala Api Bioetanol dari Limbah Kulit Singkong dan Kulit Pisang melalui Fermentasi dan Distilasi Muhammad Febriyana Ilham Pratama; Wawan Purwanto; Dwi Sudarno Putra; Ahmad Arif
JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): JTPVI: Jurnal Teknologi dan Pendidikan Vokasi Indonesia
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtpvi.v4i2.430

Abstract

Limbah kulit singkong dan kulit pisang berpotensi menjadi bahan baku bioetanol dan mendukung pengolahan limbah organik. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik nyala api bioetanol dari kedua limbah tersebut melalui hidrolisis, fermentasi, dan distilasi. Penelitian menggunakan ragi Farmipan sebagai sumber Saccharomyces cerevisiae dengan variasi massa 4 g dan 8 g, serta volume bahan bakar 1 mL, 2 mL, dan 3 mL. Parameter yang diamati meliputi kadar gula terlarut, tinggi, luas, dan durasi nyala api. Kulit singkong menghasilkan kadar gula terlarut 66°Brix, sedangkan kulit pisang 16°Brix. Bioetanol kulit pisang 8 g menghasilkan tinggi nyala tertinggi pada seluruh volume. Luas nyala tertinggi diperoleh pada kulit pisang 8 g untuk 1 mL dan kulit singkong 8 g untuk 2–3 mL. Durasi terlama diperoleh pada kulit pisang 4 g untuk 1–2 mL dan kulit singkong 4 g untuk 3 mL. Temuan ini merupakan data awal karena kadar etanol, nilai kalor, rendemen, dan emisi belum diukur. Cassava peel and banana peel wastes have potential as bioethanol feedstocks. This study compared the flame characteristics of bioethanol from these wastes through hydrolysis, fermentation, and distillation. The experiment used Farmipan yeast containing Saccharomyces cerevisiae at 4 g and 8 g, with fuel volumes of 1 mL, 2 mL, and 3 mL. The observed parameters were soluble sugar, flame height, flame area, and flame duration. Cassava peel produced 66°Brix soluble sugar, whereas banana peel produced 16°Brix. Banana peel bioethanol with 8 g yeast produced the highest flame height at all volumes. The highest flame area was obtained from banana peel 8 g at 1 mL and cassava peel 8 g at 2–3 mL. The longest duration was obtained from banana peel 4 g at 1–2 mL and cassava peel 4 g at 3 mL. These findings are preliminary because ethanol content, calorific value, yield, and emissions were not measured.