Jiryan Aisy Ali
Program Studi Keperawatan Anestesiologi, Universitas Harapan Bangsa, Purwokerto, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi dan Pendampingan Penerapan Relaksasi Guided Imagery pada Pasien Post Sectio Caesarea di Ruang Al-Barokah Rumah Sakit Islam Purwokerto Jiryan Aisy Ali; Rahmaya Nova Handayani; Feti Kumala Dewi
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 4 (2026): JAMSI - Juli 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3088

Abstract

Pasien post sectio caesarea kerap mengalami nyeri yang dapat menghambat mobilisasi dan memperlambat proses pemulihan. Di Rumah Sakit Islam Purwokerto, teknik relaksasi guided imagery belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari manajemen nyeri nonfarmakologis sehingga dipilih sebagai materi edukasi dan pendampingan kepada pasien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasien mengenai teknik guided imagery serta mendampingi penerapannya dalam mendukung pengelolaan nyeri pada 30 pasien post sectio caesarea. Metode pelaksanaan meliputi edukasi menggunakan media audiovisual, praktik guided imagery selama ±15 menit, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test serta Numeric Rating Scale (NRS). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dengan nyeri sedang menurun dari 25 orang (83,3%) menjadi 3 orang (10,0%), sedangkan peserta dengan nyeri ringan meningkat dari 5 orang (16,7%) menjadi 27 orang (90,0%). Pengetahuan peserta juga mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh peserta dengan kategori pengetahuan kurang yang menurun dari 27 orang (90,0%) sebelum edukasi menjadi 4 orang (13,3%) setelah edukasi, sementara kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 26 orang (86,7%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai teknik guided imagery disertai perbaikan tingkat nyeri setelah mengikuti edukasi dan praktik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penerapan manajemen nyeri nonfarmakologis pada pasien post sectio caesarea.