Enita Rahma Yuliana
Program Studi Pendidikan Agama Islam, IAIN Fattahul Muluk Papua, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Tiga Pilar Deep Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Perkembangan Hasil Belajar Enita Rahma Yuliana; Ahmad Arif Rofiki; Sigit Purwaka
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810712000

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti serta menganalisis perkembangan hasil belajar peserta didik di SMA Negeri 4 Jayapura. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan pedagogik. Data diperoleh dari kepala sekolah, staf bidang kurikulum, guru PAI, tujuh peserta didik, serta dokumen pembelajaran dan capaian akademik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi pasif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi; analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa ketiga pilar diterapkan secara terpadu melalui apersepsi reflektif dan tujuan eksplisit; pengaitan materi dengan pengalaman nyata, studi kasus, proyek, dan praktik; serta pembelajaran variatif, kolaboratif, aman, dan menyenangkan. Rata-rata nilai 25 peserta didik meningkat dari 89,88 menjadi 91,60; sebanyak 16 peserta didik (64%) meningkat, 6 (24%) stabil, dan 3 (12%) menurun. Perkembangan hasil belajar dominan mencapai C4 pada ranah kognitif, A4 pada ranah afektif, dan P4 pada ranah psikomotorik. Temuan menegaskan bahwa integrasi ketiga pilar mendukung pembelajaran PAI yang berkesadaran, kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada pengamalan nilai, meskipun perkembangannya tidak seragam pada seluruh peserta didik.