Rana Indera Reksa
Universitas Negeri Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Fear of Missing Out dalam Self Branding Mahasiswa Kota Semarang di Instagram Rana Indera Reksa; Ferani Mulianingsih
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 10 No. 1 (2026): Vol X Edisi I 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial khususnya Instagram, telah mengubah pola interaksi sosial mahasiswa sekaligus memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FoMO) dan praktik self-branding di ruang digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara FoMO dan praktik self-branding mahasiswa di Instagram dalam konteks budaya digital perkotaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus kolektif dan metode netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi akun Instagram, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi digital terhadap 30 mahasiswa dari empat perguruan tinggi di Semarang yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada kategori FoMO tinggi, yang ditandai dengan dorongan kuat untuk terus terhubung, memantau aktivitas sosial, dan menjaga kehadiran digital. Praktik self-branding mahasiswa terbagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu personal identity, estetika visual, dan professional akademik. Penelitian juga mengungkap bahwa FoMO berperan dalam memperkuat tekanan untuk mengunggah konten secara konsisten, mendorong perfeksionisme visual, serta meningkatkan kebutuhan akan validasi sosial. Keterkaitan ini menunjukkan bahwa self-branding mahasiswa tidak hanya bersifat strategis, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika psikologis dan sosial dalam budaya digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan regulasi diri agar mahasiswa dapat membangun identitas digital seimbang tanpa mengabaikan kesejahteraan akademik dan psikologis.