Public speaking skills are an important skill that needs to be developed from an early age to build self-confidence and effective communication skills. Moreover, education plays a strategic role in shaping superior, characterful, and adaptive human resources in facing the dynamics of social life. However, not all children have the same opportunity to hone these skills, including children in orphanages. Based on these conditions, this Community Service (PKM) activity was carried out at the Tomang Orphanage for Orphans & the Poor in West Jakarta, with the aim of improving children's communication skills and confidence through an interactive and fun learning approach. The implementation method used a participatory approach by actively involving children in each stage of the activity, including the observation stage, material design with a series of activities covering public speaking training, storytelling sessions, educational games, joint documentation, and the provision of basic necessities and stationery as a form of social support for the welfare of the children in the orphanage, as well as an evaluation at the end of the activity. The results of the activity showed an increase in the children's ability to express themselves in public and an increase in active participation during the learning process. This activity also contributed to strengthening social values, empathy, and cooperation among participants. ABSTRAK Kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak dini untuk membentuk rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Apalagi pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia unggul, berkarakter, serta adaptif dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial. Namun, tidak semua anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengasah keterampilan tersebut, termasuk anak-anak di Panti Asuhan. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini telah dilaksanakan di Panti Asuhan Yatim & Dhu’afa Tomang, Jakarta Barat, dengan tujuan meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri anak-anak melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan anak-anak secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan meliputi tahap observasi, perancangan materi dengan pemberian rangkaian kegiatan yang mencakup pelatihan public speaking, sesi bercerita, permainan edukatif, dokumentasi bersama dokumentasi bersama dan pemberian bantuan kebutuhan pokok dan alat tulis sebagai bentuk dukungan sosial terhadap kesejahteraan anak-anak panti serta evaluasi di akhir kegiatan.. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak-anak dalam mengekspresikan diri di depan umum serta peningkatan partisipasi aktif selama proses pembelajaran. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap penguatan nilai-nilai sosial, empati, dan kerja sama antar peserta. Secara keseluruhan, penerapan komunikasi partisipatif dalam program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri anak-anak sekaligus mendukung pelaksanaan pendidikan non-formal yang inklusif dan berkelanjutan.