Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI DAN LOKAKARYA KOMUNIKASI LINGKUNGAN UNTUK KONSUMSI DAN PRODUKSI YANG BERTANGGUNG JAWAB Lydia Irena; Nathilda Anggraini Fauzi; Cindy Monica; Joanna Aprilia; Felisia Titania; Moira Nikita
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.37683

Abstract

Environmental issues have evolved into critical global challenges affecting all nations, including Indonesia. One of the significant environmental problems currently faced by Indonesia is waste management. The overflow of waste is primarily caused by irresponsible consumption behaviors, particularly in the use of plastics. This issue has become a focal point for the Indonesian government. The Indonesian government has officially adopted the United Nations' Sustainable Development Goals (SDGs) through Presidential Regulation No. 59 of 2017 on the Implementation of Sustainable Development Goals (SDGs). One of the agendas outlined in the SDGs is Goal No. 12, which focuses on responsible consumption and production. This goal aims to ensure more sustainable global consumption and production patterns, reduce waste, and minimize negative impacts on the environment and natural resources. The partner for this PKM (Community Service Program) initiative is Hati Bangsa Orphanage, a non-profit organization dedicated to caring for orphans and children from underprivileged families. Based on discussions with the partner, the PKM team identified the need for developing soft skills among the children at Hati Bangsa Orphanage, in alignment with the aforementioned Sustainable Development Goals (SDGs). Therefore, the PKM team plans to implement the program titled "Environmental Communication Socialization and Workshop for Responsible Consumption and Production." The workshop will involve recycling plastic materials into durable accessories. The objective of this PKM activity is to instill responsible consumption habits from an early age among the children. Isu-isu lingkungan telah berkembang menjadi masalah global yang krusial dan mempengaruhi semua negara, termasuk Indonesia. Salah satu permasalahan lingkungan signifikan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah pengelolaan sampah. Luapan sampah disebabkan oleh konsumsi masyarakat yang tidak bertanggung jawab, termasuk dalam penggunaan plastik. Permasalahan ini menjadi sorotan pemerintahan Indonesia. Pemerintah Indonesia secara resmi mengadopsi Sustainability Development Goals (SDGs) yang dicetuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Peraturan Presiden No. 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Salah satu agenda tersebut adalah TPB nomor 12 yang berfokus tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Tujuan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pola konsumsi dan produksi global lebih berkelanjutan, mengurangi limbah, dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan serta sumber daya alam. Mitra pada PKM ini adalah Panti Asuhan Hati Bangsa yang adalah lembaga nirlaba yang berfokus pada perawatan anak yatim piatu dan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dari hasil diskusi dengan mitra, tim PKM melihat bahwa adanya kebutuhan berupa soft skill bagi anak-anak di Panti Asuhan Hati Bangsa. Ditambah lagi dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang telah disebutkan di atas. Maka dari itu, tim PKM akan melaksanakan kegiatan "Sosialisasi dan Lokakarya Komunikasi Lingkungan untuk Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab." Lokakarya yang dilakukan adalah daur ulang produk berbahan plastik menjadi aksesoris yang dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. Tujuan dari PKM ini adalah untuk menanamkan pola konsumsi yang bertanggung jawab sejak dini kepada anak-anak.
PEMBELAJARAN KOMUNIKASI DAN STORYTELLING DI PANTI ASUHAN YATIM & DHU’AFA TOMANG Lydia Irena; Cindy Claudia; Atiyatul Fakhiroh; Shevina Vimalananda Sumedha; Sharon Ester Ngantung; Hizkia Noel
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v9i2.36901

Abstract

Public speaking skills are an important skill that needs to be developed from an early age to build self-confidence and effective communication skills. Moreover, education plays a strategic role in shaping superior, characterful, and adaptive human resources in facing the dynamics of social life. However, not all children have the same opportunity to hone these skills, including children in orphanages. Based on these conditions, this Community Service (PKM) activity was carried out at the Tomang Orphanage for Orphans & the Poor in West Jakarta, with the aim of improving children's communication skills and confidence through an interactive and fun learning approach. The implementation method used a participatory approach by actively involving children in each stage of the activity, including the observation stage, material design with a series of activities covering public speaking training, storytelling sessions, educational games, joint documentation, and the provision of basic necessities and stationery as a form of social support for the welfare of the children in the orphanage, as well as an evaluation at the end of the activity. The results of the activity showed an increase in the children's ability to express themselves in public and an increase in active participation during the learning process. This activity also contributed to strengthening social values, empathy, and cooperation among participants. ABSTRAK Kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak dini untuk membentuk rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi yang efektif. Apalagi pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia unggul, berkarakter, serta adaptif dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial. Namun, tidak semua anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengasah keterampilan tersebut, termasuk anak-anak di Panti Asuhan. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini telah dilaksanakan di Panti Asuhan Yatim & Dhu’afa Tomang, Jakarta Barat, dengan tujuan meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri anak-anak melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan anak-anak secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan meliputi tahap observasi, perancangan materi dengan pemberian rangkaian kegiatan yang mencakup pelatihan public speaking, sesi bercerita, permainan edukatif, dokumentasi bersama dokumentasi bersama dan pemberian bantuan kebutuhan pokok dan alat tulis sebagai bentuk dukungan sosial terhadap kesejahteraan anak-anak panti serta evaluasi di akhir kegiatan.. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak-anak dalam mengekspresikan diri di depan umum serta peningkatan partisipasi aktif selama proses pembelajaran. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap penguatan nilai-nilai sosial, empati, dan kerja sama antar peserta. Secara keseluruhan, penerapan komunikasi partisipatif dalam program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri anak-anak sekaligus mendukung pelaksanaan pendidikan non-formal yang inklusif dan berkelanjutan.