Usaha bakso merupakan salah satu bentuk bisnis kuliner yang paling populer dan diminati di Indonesia. Bakso dikenal luas sebagai makanan tradisional yang digemari oleh berbagai kalangan masyarakat karena cita rasanya yang khas, mudah dijumpai, serta memiliki harga yang terjangkau. Meskipun demikian, perkembangan dunia kuliner yang semakin pesat dan munculnya berbagai inovasi produk makanan modern menimbulkan tantangan besar bagi pelaku usaha bakso dalam mempertahankan eksistensi serta mengembangkan usahanya di tengah persaingan yang semakin kompetitif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peluang dan tantangan usaha bakso di Indonesia, serta mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif terhadap berbagai literatur dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan usaha kuliner dan kewirausahaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa peluang usaha bakso meliputi luasnya pasar konsumen, fleksibilitas model bisnis (seperti warung tetap, pedagang keliling, hingga produk bakso frozen/online), serta potensi inovasi dalam variasi rasa dan penyajian. Namun, usaha ini juga dihadapkan pada berbagai tantangan seperti persaingan yang ketat, keterbatasan modal, pengelolaan manajemen yang belum optimal, konsistensi kualitas bahan baku dan kebersihan, serta perubahan selera konsumen yang dinamis. Dari pembahasan tersebut disimpulkan bahwa keberhasilan usaha bakso sangat ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha dalam melakukan diferensiasi produk, berinovasi dalam layanan, menjaga efisiensi operasional, dan memanfaatkan digital marketing. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan agar pelaku usaha bakso meningkatkan kemampuan manajerial, menjaga kualitas produksi, serta mengoptimalkan media sosial dan kemitraan sebagai strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.