Micro, Small, and Medium Enterprises play a vital role in Indonesia’s economic development. Yet many still struggle to build strong, consistent brand identities, particularly in visual elements like logos. A logo functions not merely as a visual identifier but as a symbolic representation of a business’s values, vision, and personality that shapes consumer perception. This Community Service Program (PKM), conducted by the Faculty of Communication Science at Tarumanagara University, aimed to assist the MSME partner Basmala Wedding, a wedding decoration service provider in West Jakarta, in designing a new logo that accurately represents its business identity. The activity adopted a design thinking approach consisting of five iterative stages: empathize, define, ideate, prototype, and test. This method enabled active collaboration between the academic team and the business owner to explore brand values and transform them into meaningful visual forms. Artificial Intelligence (AI) technology was integrated to enhance creativity, generate diverse design alternatives, and optimize efficiency. The results indicate a significant improvement in the partner’s understanding of branding and logo design principles, resulting in a modern, memorable, and aesthetically balanced logo. The new logo effectively strengthens brand awareness and aligns with the business’s target market in the wedding decoration industry. Overall, this PKM activity contributes to improving MSME competitiveness by implementing participatory, innovative, and technology-driven visual communication strategies. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Meskipun demikian, sebagian besar UMKM masih menghadapi tantangan dalam membangun identitas jenama (branding) yang kuat dan konsisten, khususnya dalam aspek visual seperti logo. Logo tidak hanya berfungsi sebagai tanda pengenal, tetapi juga sebagai simbol nilai, visi, dan karakter usaha yang mampu menciptakan persepsi positif di benak konsumen. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara dengan tujuan membantu mitra UMKM “Basmala Wedding”, penyedia jasa dekorasi pernikahan di Jakarta Barat, dalam merancang logo baru yang representatif dan sesuai dengan karakter bisnis. Kegiatan ini menggunakan pendekatan design thinking, yang terdiri dari lima tahap utama, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test. Melalui pendekatan ini, pelaku usaha terlibat secara aktif dalam proses kreatif, mulai dari penggalian nilai-nilai inti bisnis hingga pemilihan elemen visual yang mencerminkan keunikan dan profesionalitas usaha. Dalam prosesnya, teknologi kecerdasan buatan (AI) turut dimanfaatkan untuk menghasilkan variasi desain yang lebih luas, efisien, dan inspiratif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra terhadap konsep branding dan desain logo, serta terciptanya logo baru yang lebih modern, sederhana, dan mudah diingat. Logo tersebut mampu memperkuat kesadaran jenama (brand awareness) dan meningkatkan daya tarik visual di pasar jasa dekorasi pernikahan. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berkontribusi terhadap penguatan daya saing UMKM melalui penerapan strategi komunikasi visual yang kolaboratif, partisipatif, dan berbasis inovasi teknologi.