Dede Rizki Saepullah
PGSD, FKIP, Universitas Pamulang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Scientific Inquiry Dalam Mata Kuliah Pendidikan IPA SD Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir, Bekerja, dan Bersikap Ilmiah Tita Puspitasari; Irma Sofiasyari; Dede Rizki Saepullah
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 3 (2026): JUPIN Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2638

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konseptual, keaktifan, dan hasil belajar kognitif mahasiswa (hanya 38%) dalam perkuliahan konsep dasar IPA SD dominasi pembelajaran satu arah. Masalah tersebut memicu kesenjangan pada kemampuan berpikir kritis, keterampilan proses sains, serta kejujuran dan rasa ingin tahu mahasiswa calon guru SD. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model Scientific Inquiry (inkuiri ilmiah) dalam meningkatkan tiga pilar literasi sains mahasiswa secara holistik. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadopsi model Kemmis & McTaggart. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus di program studi PGSD Universitas Pamulang pada semester genap tahun akademik 2025/2026 dengan subjek sebanyak 20 mahasiswa. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data kuantitatif dan perilaku mahasiswa diperoleh melalui tes objektif berbasis HOTS, lembar observasi kinerja, rubrik keterampilan proses sains, dan angket sikap ilmiah. Penerapan model Scientific Inquiry terbukti secara signifikan meningkatkan kemampuan ilmiah mahasiswa dari Siklus I ke Siklus II. Dari total 20 responden, pada aspek berpikir dan bekerja ilmiah kategori "Sangat Baik" naik dari 10% (Siklus I) menjadi 35% (Siklus II) perubahan terjadi dari 2 menjadi 7 mahasiswa, serta kategori "Baik" naik dari 25% menjadi 45% dari 5 menjadi 9 mahasiswa. Sementara pada aspek sikap ilmiah, kategori "Sangat Aktif" melonjak dari 10% menjadi 40% dari 2 menjadi 8 mahassiswa , dan mahasiswa yang "Kurang Aktif" menurun drastis dari 50% menjadi hanya 5% berkurang dari 10 menjadi hanya 1 mahasiswa. Pembelajaran dengan model Scientific Inquiry dapat diaplikasikan secara kondusif, efektif meningkatkan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah mahasiswa, serta berhasil menggali kreativitas calon guru dalam merancang proyek percobaan sains sederhana yang relevan untuk diterapkan di sekolah dasar.