Praktik pemrograman pada Elemen Pemrograman Website telah dilakukan melalui pemberian tugas. Namun, proses pengerjaan kode siswa belum terdokumentasi secara sistematis, umpan balik yang diberikan guru masih terbatas, serta guru mengalami kesulitan dalam memantau perkembangan pengerjaan proyek siswa. Kondisi tersebut berdampak pada pencapaian kompetensi siswa pada Elemen Pemrograman Website. Penelitian ini memiliki tujuan mengembangkan LMS dengan integrasi GitHub Classroom berbasis PjBL dan menganalisis peningkatan kompetensi Elemen Pemrograman Website menggunakan LMS dengan integrasi GitHub Classroom berbasis PjBL. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi GitHub Classroom dengan LMS sebagai sarana dokumentasi pengerjaan proyek, pemantauan progres, dan pemberian umpan balik terhadap kode program siswa. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan mengadopsi model pengembangan ADDIE yang mencakup tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Implementasi produk dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest Design yang melibatkan 36 siswa kelas XI RPL 2 SMKN 1 Kertosono sebagai sampel penelitian. Hasil validasi menunjukkan bahwa LMS yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid sehingga layak digunakan dalam pembelajaran. Data pretest-posttest siswa dianalisis melalui uji hipotesis dan uji N-Gain dengan uji prasyarat analisis berupa uji normalitas. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan pada ranah kognitif memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dengan nilai N-Gain sebesar 0,579 kategori sedang dan keterampilan unjuk kerja didapatkan nilai signifikansinya 0,001 < 0,05 dengan nilai N-Gain sebesar 0,378 kategori sedang. Simpulan dari penelitian ini mengindikasikan adanya peningkatan kompetensi elemen pemrograman website siswa setelah penerapan LMS dengan integrasi GitHub Classroom berbasis PjBL.