Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) merupakan instrumen strategis untuk membentuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan berkarakter sesuai nilai dasar BerAKHLAK. Namun, pelaksanaannya masih cenderung berfokus pada aspek kognitif sehingga internalisasi nilai belum berkembang menjadi budaya kerja yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pembentukan karakter pada berbagai organisasi sebagai dasar penyusunan model penguatan dan pengembangan karakter PNS melalui rekonstruksi kurikulum Latsar CPNS dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multiple case study. Data diperoleh melalui studi literatur, studi dokumen, dan wawancara semi-terstruktur pada Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Sekretariat Jenderal DPR RI, dan PT PLN (Persero), serta didukung studi dokumen di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan PT. Paragon Technology and Innovation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter dipengaruhi oleh integrasi pembelajaran berbasis pengalaman, refleksi kritis, mentoring, coaching, habituasi, keteladanan pimpinan, dan budaya organisasi. Berdasarkan sintesis praktik terbaik tersebut, penelitian ini menawarkan model rekonstruksi kurikulum Latsar CPNS yang mengintegrasikan experiential learning, transformative learning, pembelajaran berbasis karakter, dan habituasi berkelanjutan pada masa percobaan CPNS selama satu tahun untuk memperkuat internalisasi nilai BerAKHLAK serta menghasilkan ASN yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.