Andini Gita Miharja
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru dalam Pembelajaran IPA untuk Siswa Tunagrahita pada Sekolah Inklusif: Tren Riset 2020-2025 Andini Gita Miharja; Aisyah Azzahra Nabila; Riska Syafitri Ramadani; Rosita Oktafiani; Niki Dian Permana
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4676

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi pembelajaran guru dalam pembelajaran IPA bagi siswa dengan hambatan intelektual (AHI) di sekolah inklusif, menganalisis hambatan implementasinya, serta merumuskan rekomendasi berbasis bukti. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur menghasilkan 26 artikel, kemudian setelah proses penghapusan duplikasi, penyaringan judul dan abstrak, serta penilaian kualitas menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT), diperoleh 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Data selanjutnya disintesis menggunakan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan enam strategi utama, yaitu pembelajaran adaptif dan fleksibel, pendekatan multisensori berbantuan media visual dan digital, Project-Based Learning (PjBL), pendekatan scientific berbasis akademik fungsional, strategi PAIKEM, dan strategi ekspositori terstruktur. Hambatan utama meliputi keterbatasan kompetensi guru, minimnya Guru Pendamping Khusus (GPK), keterbatasan sarana prasarana, stigma terhadap disabilitas, sistem evaluasi yang belum adaptif, serta dukungan kebijakan yang masih terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran IPA bagi AHI memerlukan strategi pembelajaran yang adaptif serta dukungan sistem pendidikan yang komprehensif melalui penguatan kompetensi guru, penyediaan GPK, dan pengembangan pembelajaran inklusif.