Kecelakaan kerja di laboratorium sains tetap menjadi isu yang mendapat perhatian banyak karena bisa mengganggu keselamatan orang yang menggunakan laboratorium, menghambat proses belajar mengajar, dan memengaruhi kegiatan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kecelakaan kerja di laboratorium sains serta cara-cara untuk mencegahnya dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang digabungkan dengan analisis bibliometrik. Penelitian dilakukan dengan mencari artikel di Google Scholar, dengan rentang tahun publikasi 2021 hingga 2026. Awalnya sebanyak 400 artikel diidentifikasi, kemudian diseleksi menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA 2020) melalui tahapan identification, screening, eligibility, dan included berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga tersisa 321 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Analisis bibliometrik dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak VOSviewer sebagai pemetaan hubungan antar kata kunci dan perkembangan tema penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab kecelakaan kerja di laboratorium dapat dibagi menjadi tiga aspek, yaitu faktor dari manusia seperti kurangnya penggunaan alat pelindung diri dan kurangnya kesadaran tentang keselamatan, faktor lingkungan kerja seperti paparan bahan kimia, ventilasi yang tidak cukup, serta pengelolaan sampah yang buruk, dan faktor manajemen seperti SOP yang tidak memadai, kurangnya pelatihan, serta minimnya komitmen dari institusi. Strategi utama untuk mencegah kecelakaan adalah menerapkan HIRARC/HIRADC, meningkatkan penggunaan alat pelindung diri secara tepat, memberikan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja secara rutin, serta memperkuat sistem manajemen laboratorium. Analisis VOSviewer menemukan lima klaster penelitian utama yang saling terhubung, di mana kata kunci "laboratorium", "kecelakaan kerja", dan "K3" menjadi node pusat. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menggabungkan hasil Systematic Literature Review (SLR) dan analisis bibliometrik, serta memetakan hubungan aspek manusia, lingkungan, dan manajemen dalam satu sistem analisis, sebagai dasar untuk menciptakan program pencegahan kecelakaan yang lebih baik di laboratorium sains.