Lisa Kurnia Anggraeni Damayanti
Universitas Negeri Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Proksimat Pakan Benih Lobster Berbasis Ikan Rucah dengan Triptofan dan Potensinya sebagai Media Pembelajaran IPA Model PBL Lisa Kurnia Anggraeni Damayanti; Sugiyanto Sugiyanto; Bintan Baqiyatus Solikha
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i4.4807

Abstract

Permasalahan rendahnya tingkat kelangsungan hidup benih akibat kanibalisme masih menjadi kendala dalam budidaya lobster air tawar. Perilaku tersebut berkaitan dengan ketidaksesuaian kandungan nutrisi pakan sehingga mendorong pemanfaatan ikan rucah sebagai bahan baku lokal alternatif dalam pengembangan formulasi pakan dengan suplementasi triptofan. Selain itu, permasalahan tersebut juga berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran IPA model PBL. Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui hasil analisis proksimat pakan berbasis ikan rucah dengan triptofan, (2) Mengetahui kesesuaian kandungannya terhadap standar nutrisi pakan benih lobster air tawar, dan (3) Mengetahui potensi permasalahan tersebut sebagai media pembelajaran IPA model PBL. Penelitian meliputi dua bagian, yaitu analisis proksimat pakan dan analisis potensi media pembelajaran. Analisis proksimat dilakukan terhadap kadar protein, lemak, abu, dan air menggunakan metode deskriptif komparatif. Sedangkan potensi media dianalisis melalui validasi ahli menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan mengandung 40,33% potein; 8,14% lemak; 13,8% abu; dan 9,85% air sebagai kandungan nutrisi utama yang memenuhi standar pakan benih lobster. Sedangkan media pembelajaran memperoleh validitas 95% aspek isi, 100% aspek tampilan, 100% aspek bahasa, dan 96,92% aspek kelayakan media, dengan rata-rata validitas 97,98% berkategori sangat valid. Dengan demikian, pakan yang dikembangkan telah memenuhi standar nutrisi dan sangat potensial digunakan sebagai media pembelajaran IPA model PBL.