Apendisitis merupakan salah satu kegawatdaruratan bedah abdomen yang paling sering ditemukan pada anak dan memerlukan tindakan operasi segera seperti laparatomi untuk mencegah komplikasi fatal. Sayatan bedah pascaoperasi umumnya menimbulkan keluhan nyeri akut akibat kerusakan integritas kulit yang jika tidak dikelola dengan baik dapat menghambat proses pemulihan. Tujuan penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) ini adalah untuk melaksanakan asuhan keperawatan yang komprehensif pada An. N dengan gangguan sistem pencernaan: apendisitis post operasi laparatomi di Ruang Mawar 2 RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi tahapan pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan, implementasi, hingga evaluasi. Hasil pengkajian pada An. N (7 tahun) menunjukkan pasien menangis menahan sakit, mengeluh nyeri seperti disayat-sayat pada luka operasi di perut kiri bawah dengan skala nyeri 6, serta tampak gelisah dan meringis. Berdasarkan data tersebut, dirumuskan tiga diagnosis keperawatan utama, yaitu nyeri akut, defisit pengetahuan pada keluarga dan risiko infeksi. Intervensi keperawatan yang dilakukan selama dua hari meliputi manajemen nyeri melalui pemantauan skala dan karakteristik nyeri, teknik non-farmakologis (napas dalam), fasilitasi istirahat, edukasi kesehatan mengenai penyakit apendisitis, perawatan luka secara steril, serta kolaborasi pemberian terapi analgetik paracetamol infus 250 mg dan antibiotik metronidazole infus 150 mg. Evaluasi akhir setelah dilakukan implementasi menunjukkan hasil yang signifikan, di mana ketiga masalah keperawatan tersebut dapat teratasi sepenuhnya yang ditandai dengan penurunan intensitas nyeri, peningkatan pemahaman keluarga, serta tidak adanya tanda-tanda infeksi pada luka operasi. Kesimpulan dari studi ini membuktikan bahwa pelaksanaan asuhan keperawatan yang tepat dan komprehensif melalui kombinasi tindakan farmakologis dan non-farmakologis efektif dalam menurunkan skala nyeri serta mempercepat proses pemulihan pasien anak pasca-laparatomi.