Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Kadar sCD40L pada Pasien Obesitas Non Diabetes Melitus Berdasarkan Jenis Kelamin Nur Ismi; Army Dwi Israyanti; Ahmad Ridwan
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Obesitas merupakan salah satu faktor risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular yang ditandai dengan inflamasi kronis derajat rendah. Salah satu biomarker inflamasi yang berperan dalam aktivasi trombosit dan proses aterosklerosis adalah soluble Cluster of Differentiation 40 Ligand (sCD40L). Perbedaan respons inflamasi berdasarkan jenis kelamin diduga dapat memengaruhi kadar sCD40L pada pasien obesitas non Diabetes Melitus. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan kadar sCD40L pada pasien obesitas non diabetes melitus berdasarkan jenis kelamin. Metode: Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 pasien obesitas non Diabetes Melitus yang terdiri atas 18 laki-laki dan 18 perempuan. Pemeriksaan kadar sCD40L dilakukan menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Analisis data menggunakan uji Independent Samples t-test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Rerata kadar sCD40L pada kelompok perempuan lebih tinggi dibandingkan kelompok laki-laki, yaitu 2,143 ± 0,325 ng/mL dan 1,940 ± 0,429 ng/mL. Hasil uji Independent Samples t-test menunjukkan nilai p=0,120 (p>0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan kadar sCD40L yang bermakna secara statistik antara pasien obesitas non diabetes melitus berdasarkan jenis kelamin. Kesimpulan: Meskipun rerata kadar sCD40L pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, jenis kelamin belum terbukti menjadi faktor yang berpengaruh signifikan terhadap kadar sCD40L pada populasi penelitian.
Peningkatan Literasi Penyakit Genetik Melalui Edukasi dan Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Bulu-Bulu Nur Ismi; Ahmad Ridwan Kadir; Evy Damayanti; Army Dwi Israyanti
HEALTH SCIENCE & BIOMEDICAL JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026 : Health Science & Biomedical Journal (HSBJ)
Publisher : Literasi Indonesia Emas (PT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai penyakit genetik dapat menghambat upaya pencegahan dini dan penanganan risiko kesehatan di tingkat keluarga. Tujuan: Meningkatkan literasi terkait pencegahan penyakit genetik melalui metode edukasi dan pemberdayaan kader kesehatan. Mitra dalam kegiatan ini adalah 45 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan kader Puskesmas di Desa Bulu-Bulu. Metode: Pelaksanaan meliputi tiga tahapan, yaitu prasaran (analisis situasi), pelaksanaan (penyuluhan interaktif mengenai pola pewarisan sifat dan deteksi dini penyakit genetik), serta evaluasi melalui pengisian kuesioner pre-test dan post-test. Hasil: Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi yang signifikan pada mitra. Sebelum edukasi, sebagian besar peserta tidak memahami bahwa penyakit genetik dapat dicegah manifestasinya. Setelah intervensi, terjadi peningkatan pemahaman kader dan masyarakat kenaikan rata-rata pemahaman dari 21,5% menjadi 86,2%, di mana kader kesehatan kini mampu mengidentifikasi risiko penyakit genetik di lingkungan sekitar. Kesimpulan: Edukasi berbasis pemberdayaan kader efektif dalam membangun kesadaran preventif kesehatan masyarakat desa.