Regita Ambar Aprilia
Akademi Keperawatan Al Hikmah 2 Brebes

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN. H DENGAN BRONKOPNEUMONIA DI RUANG ANGGREK I RSUD dr. SOESELO KABUPATEN TEGAL Regita Ambar Aprilia; Esti Nurjanah
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11442

Abstract

Bronkopneumonia merupakan peradangan pada parenkim paru yang sering kali menjadi penyebab mortalitas tertinggi di kalangan anak dan balita. Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan anak yang komprehensif pada An. H (8 tahun) dengan diagnosis medis bronkopneumonia di Ruang Anggrek I RSUD dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan sistematis melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami sesak napas, demam naik turun, batuk dan pilek sejak tiga hari, penurunan nafsu makan, terdapat retraksi dada, suara napas tambahan ronchi, mukosa mulut kering, serta tanda-tanda vital berupa nadi 140 x/menit, RR 40 x/menit, dan suhu 38,3°C. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan napas, hipertermia berhubungan dengan proses penyakit (infeksi), serta ansietas berhubungan dengan krisis situasional. Intervensi keperawatan difokuskan pada pemantauan respirasi, fisioterapi dada, pengaturan posisi semi-Fowler, pemberian minum hangat, manajemen cairan, serta kolaborasi obat antibiotik, antipiretik, dan terapi nebulizer. Selain terapi medis kolaboratif, perawat juga menerapkan intervensi non-farmakologis berupa terapi relaksasi menggambar untuk mengurangi kecemasan anak. Evaluasi keperawatan setelah pengelolaan selama tiga hari menunjukkan hasil yang optimal; bersihan jalan napas menjadi efektif, suhu tubuh normal kembali mencapai 36,5°C, dan ansietas teratasi ditandai dengan anak yang tampak lebih tenang serta kooperatif. Kesimpulannya, penerapan asuhan keperawatan anak yang sistematis, kolaboratif, dan komprehensif terbukti efektif dalam mengoptimalkan kepatenan jalan napas, mengatasi hipertermia akibat infeksi, serta meminimalkan kecemasan akibat hospitalisasi pada pasien anak