Aina Nafisa
Universitas Muhammadiya Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perkembangan Floating Drug Delivery System (FDDS) Effervescent dan Non-Effervescent: Systematic Literature Review Hemalini Rahayu; Aulia Zahra; Erita Widia Febriani; Putri Tri Hartini; Aina Nafisa
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i4.11626

Abstract

Pemberian obat oral konvensional seringkali menghadirkan masalah waktu tinggal lambung yang singkat, yang mengurangi bioavailabilitas obat. Sistem penghantaran obat mengambang (FDDS) adalah pendekatan gastroretentif utama yang dikembangkan untuk memperpanjang waktu tinggal lambung obat. Studi ini bertujuan untuk meninjau temuan ilmiah terkait sistem FDDS, memetakan kombinasi polimer, agen pengapung, dan parameter evaluasi fisik terkini. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (SLR) mengikuti pedoman PRISMA 2020, menganalisis 30 artikel dari basis data Scopus, ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar untuk periode 2021–2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan sistem non-effervescent (53,3%) sedikit lebih dominan daripada sistem effervescent (46,7%). Hidroksipropil metilselulosa (HPMC) diidentifikasi sebagai polimer utama yang paling sering digunakan (70%), diikuti oleh natrium alginat sebesar 16,7%. Kedua mekanisme flotasi tersebut telah terbukti menghasilkan waktu tunda flotasi (FLT) yang cepat dan waktu flotasi total (TFT) yang lebih lama. Kesimpulannya, pemilihan mekanisme flotasi dan jenis polimer yang tepat sangat penting untuk keberhasilan pengembangan sistem penghantaran obat yang efektif dan berkelanjutan