Batik Tulis Lasem merupakan salah satu produk unggulan daerah Kabupaten Rembang yang memiliki nilai sejarah dan seni tinggi serta menjadi identitas budaya lokal sejak abad ke-13. Meskipun telah mengalami pertumbuhan pesat pascapandemi Covid-19, sebagian besar pelaku UMKM batik masih menghadapi kendala dalam aspek manajemen usaha, produksi, dan pemasaran. UMKM Batik Tulis Sekar Gading sebagai salah satu produsen aktif mengalami keterbatasan dalam pengelolaan keuangan, penguasaan desain digital, serta strategi pemasaran berbasis teknologi. Kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing mitra melalui penerapan digitalisasi pada tiga aspek utama, yaitu manajemen usaha, proses produksi, dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participant learning center (PLC) melalui pelatihan, serta participatory action (PA) melalui pendampingan langsung. Program yang dilaksanakan meliputi pelatihan manajemen usaha profesional, pengelolaan keuangan digital, desain batik digital, pemanfaatan e-commerce, serta pembuatan konten digital untuk promosi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap kemampuan mitra dalam menerapkan pencatatan keuangan digital, penguasaan teknologi desain, serta perluasan jangkauan pemasaran melalui marketplace dan media sosial. Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 1 – No Poverty dan SDG 9 – Industry, Innovation, and Infrastructure) dengan memperkuat ekonomi lokal berbasis industri kreatif. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi terhadap implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Indikator Kinerja Utama (IKU) melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi.